Profil Imran Khan: dari Bintang Kriket Menjadi PM Pakistan yang Digulingkan

Minggu, 10 April 2022 - 06:33 WIB
loading...
A A A
Dia juga pernah menjadi rektor Universitas Bradford di Inggris dari 2005 hingga 2014.

Khan lahir dari keluarga Pashtun di Lahore. Dia lulus dari Keble College, Oxford, pada tahun 1975.

Dia memulai karier kriket internasionalnya pada usia 18 tahun, dalam pertandingan tahun 1971 melawan Inggris.

Imran Khan bermain sampai tahun 1992, menjabat sebagai kapten tim secara singkat-singkat antara tahun 1982 dan 1992. Timnya memenangkan Piala Dunia Kriket 1992, yang merupakan kemenangan pertama dan satu-satunya Pakistan dalam kompetisi tersebut.

Dia dianggap sebagai salah satu pemain kriket terhebat yang pernah ada.

Pada tahun 1991, dia meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk mendirikan rumah sakit kanker untuk mengenang ibunya. Dia mengumpulkan USD25 juta untuk mendirikan rumah sakit di Lahore pada tahun 1994, dan mendirikan rumah sakit kedua di Peshawar pada tahun 2015. Khan kemudian melanjutkan upaya filantropisnya, memperluas Shaukat Khanum Memorial Cancer Hospital hingga mencakup pusat penelitian, dan mendirikan Namal College pada 2008.

Khan mendirikan partai politik Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) pada tahun 1996, dan menjabat sebagai ketua partai.

Dengan memenangkan kursi di Majelis Nasional pada tahun 2002, dia menjabat sebagai anggota oposisi dari Mianwali hingga 2007.

PTI memboikot pemilu 2008. Dalam pemilu berikutnya PTI menjadi partai terbesar kedua berdasarkan suara rakyat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Pakistan Dukung Peran...
Pakistan Dukung Peran China sebagai Mediator antara AS dan Iran
Respons Iran terhadap...
Respons Iran terhadap Proposal AS akan Dikirim ke Mediator Pakistan Hari Ini
Rampai Nusantara Sangkal...
Rampai Nusantara Sangkal PSI Gagal Masuk Parlemen karena Jokowi
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Zelensky Kirim Surat...
Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang
Rekomendasi
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved