Negara-negara yang Belum Menjadi Anggota PBB, Nomor 2 Masih Berjuang

Jum'at, 08 April 2022 - 16:13 WIB
loading...
Negara-negara yang Belum Menjadi Anggota PBB, Nomor 2 Masih Berjuang
Warga berjalan melintasi bendera Taiwan di Taipei. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Dikutip dari situs United Nations Foundation, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) adalah lembaga internasional untuk membangun relasi antarnegara, menjalin kerja sama dan tindakan koordinasi pada masalah-masalah global mulai dari terorisme hingga pandemi.

Sejak diresmikan pada 1945 pasca Perang Dunia II, tercatat 193 negara telah menjadi anggota PBB.

Namun, masih ada negara yang ternyata belum menjadi bagian dari PBB. Negara ini ada yang termasuk sebagai pengamat, di mana mereka memiliki perwakilan dan akses untuk segala kegiatan PBB, tapi tidak memiliki hak suara di Majelis Umum.

Ada juga negara yang memang secara resmi belum diakui sebagai negara merdeka. Berikut ini adalah negara-negara non-anggota PBB dikutip dari worldpopulationreview.com.

1. Negara Kota Vatikan

Stato Citta del Vaticano atau Negara Kota Vatikan menjadi negara terkecil di dunia. Luas negaranya hanya 0,44 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 825 jiwa (2019).

Dikutip dari situs kemlu.go.id, Vatikan diresmikan menjadi negara pada tahun 1929 lewat Perjanjian Lateran yang ditandatangani oleh Wakil Pemerintahan Takhta Suci Kardinal Pietro Gaspari dan Perdana Menteri Italia Benito Mussolini.

Vatikan diakui sebagai badan politik yang menjamin Takhta Suci (Holy See) sebagai institusi dalam Gereja Katolik sedunia.

Vatikan menjadi satu-satunya negara merdeka yang memilih tidak mengajukan keanggotaan PBB. Ada sebuah spekulasi mengenai alasan di balik enggannya Vatikan bergabung dengan PBB.

Dikatakan Vatikan kemungkinan tidak memenuhi syarat PBB berdirinya satu negara. Namun, Vatikan tetap bergabung dalam operasional PBB sebagai Misi Pengamat Tetap Takhta Suci untuk PBB.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0867 seconds (10.55#12.26)