Yordania Usul 3.000 Anggota Hamas Diasingkan dari Gaza untuk Akhiri Perang Israel
Senin, 24 Maret 2025 - 13:29 WIB
loading...
Yordania dilaporkan telah mengusulkan rencana untuk mengasingkan 3.000 anggota Hamas dari Jalur Gaza untuk mengakhiri perang brutal Israel. Foto/Palestine Chronicle
A
A
A
GAZA - Yordania dilaporkan telah mengusulkan rencana untuk mengasingkan 3.000 anggota Hamas dan sayap militernya dari Jalur Gaza dalam upaya untuk mengakhiri perang brutal Israel yang sedang berlangsung.
Middle East Eye (MEE) mengungkap hal tersebut dalam laporannya pada Senin (24/3/2025). Menurut sumber Amerika Serikat (AS) dan Palestina yang diberi pengarahan tentang usulan Yordania, mereka yang akan diasingkan akan mencakup para pemimpin militer dan sipil Hamas.
Rencana tersebut juga menyerukan pelucutan senjata Hamas dan faksi perlawanan lainnya di Gaza. Ini akan mengakhiri kekuasaan Hamas di wilayah yang dilanda perang tersebut dan memungkinkan Otoritas Palestina (PA) untuk mengambil alih kendalinya.
Baca Juga: Negara-negara Arab Dikecam karena Tak Berani Melawan Israel dalam Pembersihan Etnis Palestina di Tepi Barat
Kementerian Luar Negeri Yordania menolak menanggapi laporan tersebut.
Menurut laporan MEE, usulan tersebut muncul saat Israel meningkatkan pengebomannya di Gaza, hanya beberapa hari setelah melanggar gencatan senjata yang ditandatanganinya dengan Hamas awal tahun ini.
Middle East Eye (MEE) mengungkap hal tersebut dalam laporannya pada Senin (24/3/2025). Menurut sumber Amerika Serikat (AS) dan Palestina yang diberi pengarahan tentang usulan Yordania, mereka yang akan diasingkan akan mencakup para pemimpin militer dan sipil Hamas.
Rencana tersebut juga menyerukan pelucutan senjata Hamas dan faksi perlawanan lainnya di Gaza. Ini akan mengakhiri kekuasaan Hamas di wilayah yang dilanda perang tersebut dan memungkinkan Otoritas Palestina (PA) untuk mengambil alih kendalinya.
Baca Juga: Negara-negara Arab Dikecam karena Tak Berani Melawan Israel dalam Pembersihan Etnis Palestina di Tepi Barat
Kementerian Luar Negeri Yordania menolak menanggapi laporan tersebut.
Menurut laporan MEE, usulan tersebut muncul saat Israel meningkatkan pengebomannya di Gaza, hanya beberapa hari setelah melanggar gencatan senjata yang ditandatanganinya dengan Hamas awal tahun ini.
Lihat Juga :