Seram, China Diduga Ambil Jantung Para Terpidana Mati saat Masih Hidup

Kamis, 07 April 2022 - 15:54 WIB
loading...
A A A
Kematian otak biasanya didefinisikan sebagai keadaan medis di mana pasien tidak dapat bertahan hidup tanpa ventilator.

Baca juga: China Serukan Penyelidikan atas Pembantaian Bucha

71 kasus yang dipermasalahkan semuanya terjadi antara tahun 1980 hingga 2015, tanggal batas penting karena juga merupakan tahun di mana China secara resmi melarang pengambilan organ dari tahanan yang dihukum.

Sebelum itu, sebagian besar transplantasi organ di China diyakini berasal dari narapidana yang dieksekusi karena sumbangan organ sukarela sangat terbatas.

Temuan, menurut penulis studi dan peneliti PhD Matthew Robertson, adalah bahwa ahli bedah China mungkin telah melakukan kudeta terakhir dalam proses eksekusi yang dimulai di depan regu tembak atau melalui suntikan mematikan. Bahkan jika tahanan selamat dari trauma itu, mengeluarkan organ vital akan menyebabkan kematian tertentu.

"Kami menemukan bahwa para dokter menjadi algojo atas nama negara, dan metode eksekusinya adalah pengangkatan jantung," kata Robertson dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (7/4/2022).

Para peneliti awalnya memulai studi mereka dengan kumpulan data 124.770 publikasi dari tahun 1951 hingga 2020, tetapi mengurangi kasus menjadi 2.838 laporan setelah penyaringan untuk transplantasi jantung dan paru-paru.

Mereka menyelesaikan penelitiannya dengan meninjau secara manual total 310 makalah.

Kasus ditandai oleh para peneliti jika mereka berisi "deklarasi kematian otak bermasalah", di mana dokter tidak memeriksa apakah pasien dapat bertahan hidup dengan ventilator, atau pasien hanya sebagian berventilasi dengan masker dan tidak memiliki tabung yang dimasukkan ke tenggorokan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Microdrama China The...
Microdrama China The Little Lucky Star Tayang di V+Short, Ini Sinopsisnya
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Berita Terkini
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Infografis
Salwan Momika Si Pembakar...
Salwan Momika Si Pembakar Al-Quran Ditembak Mati saat Live TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved