Seram, China Diduga Ambil Jantung Para Terpidana Mati saat Masih Hidup

Kamis, 07 April 2022 - 15:54 WIB
loading...
A A A
Para peneliti mengatakan kriteria ini menunjukkan bahwa tubuh pasien tetap hidup untuk tujuan pengadaan organ, yang dapat “sangat menguntungkan” bagi dokter dan rumah sakit.

Operasi yang dimaksud juga melibatkan partisipasi 348 "ahli bedah, perawat, ahli anestesi, dan pekerja atau peneliti medis lainnya" yang tercantum dalam publikasi.

China menganggap data tentang hukuman mati sebagai rahasia negara, tetapi dianggap sebagai "algojo paling produktif di dunia", menurut Amnesty International, dan sementara pengambilan organ dari tahanan secara resmi dilarang di China, kerahasiaan membuat sulit untuk mengetahui apakah praktek terus berlanjut.

“Mengingat catatan hak asasi manusia pemerintah China yang buruk dan memburuk dalam beberapa tahun terakhir, kita harus memperlakukan komitmen pihak berwenang untuk mengakhiri penggunaan organ tahanan dengan skeptis,” kata Maya Wang, peneliti senior China di Human Rights Watch.

Pengadilan 2019 yang berbasis di Inggris tentang pengambilan organ paksa di China menemukan bahwa tidak ada bukti bahwa infrastruktur signifikan yang terkait dengan industri transplantasi China telah dibongkar dan tidak ada penjelasan tentang bagaimana industri transplantasi organ China terus berfungsi dengan waktu tunggu yang sangat singkat.

Pengadilan selanjutnya menyimpulkan bahwa pengambilan organ secara paksa telah dilakukan selama bertahun-tahun di seluruh China dalam skala yang signifikan dan sebagian besar organ mungkin berasal dari tahanan dan praktisi gerakan keagamaan Falun Gong yang dilarang.

Sebuah studi terpisah tahun 2019 oleh Robertson dari ANU yang diterbitkan di BMC Medical Ethics juga menimbulkan pertanyaan tentang data pemerintah China tentang transplantasi organ. Studi ini menemukan bahwa angka mungkin telah dipalsukan karena mereka mengikuti rumus matematika sederhana yang dikenal sebagai persamaan kuadrat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Rekomendasi
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Salwan Momika Si Pembakar...
Salwan Momika Si Pembakar Al-Quran Ditembak Mati saat Live TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved