Kapal Selam Nuklir AS Lakukan Kunjungan Kejutan di Pelabuhan Norwegia

Rabu, 06 April 2022 - 13:43 WIB
loading...
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal selam tenaga nuklir USS Albany menjadi salah satu andalan dalam armada Angkatan Laut Amerika Serikat. Foto/navy.mil
A A A
OSLO - Kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Albany, tiba di pelabuhan Tromso di Norwegia utara dalam kunjungan mendadak.

Tidak diketahui berapa lama kapal selam nuklir itu akan berada di sana. Kabar tersebut dilaporkan badan penyiar nasional NRK.

Kunjungan mengejutkan USS Albany sepanjang 110 meter itu menandai perubahan kebijakan angkatan bersenjata Norwegia.

Baca juga: Putin Beri Peringatan Keras pada Barat Soal Nasionalisasi Aset

Negara itu telah berhenti menginformasikan tentang kunjungan pelabuhan oleh kapal selam bertenaga nuklir di tengah resepsi kontroversial dan protes oleh penduduk setempat.

Baca juga: Kekuatan Senjata Nuklir China Diprediksi Segera Samai AS dan Rusia

Elisabeth Eikeland di markas operasional angkatan bersenjata Norwegia menggambarkan kunjungan itu sebagai "kegiatan operasional".

Baca juga: AS Peringatkan Terobosan Nuklir China Ubah Keseimbangan Keamanan Global

Menurutnya, panggilan pelabuhan itu tidak diumumkan seperti sebelumnya karena pembatasan informasi baru-baru ini. Demikian juga, dia menolak berkomentar tentang durasi kunjungan kapal selam nuklir itu.

Pelabuhan Tonsnes di Tromso telah menerima beberapa kapal selam nuklir selama setahun terakhir, hingga mempolarisasi sikap masyarakat Norwegia.

Di masa lalu, militer Norwegia selalu memperingatkan publik sebelum kunjungan kapal selam yang kontroversial.

Menurut Eikeland, pertemuan umum tidak dapat dilakukan karena pandemi COVID-19, sehingga militer memilih untuk lebih terbuka tentang hal itu.

USS Albany sepanjang 110 meter adalah kapal selam serang kelas Los Angeles, yang merupakan tulang punggung kekuatan kapal selam Angkatan Laut AS.

Sebanyak 62 kapal selam kelas ini telah dibangun, 41 unit di antaranya masih dalam layanan aktif.

Tromso, kota terbesar di Eropa Barat di atas Lingkaran Arktik, adalah salah satu kota di Norwegia yang bertugas menerima kapal Sekutu.

Tonsnes adalah salah satu dari dua pelabuhan di Norwegia yang menerima kapal bertenaga nuklir NATO, meskipun pemerintah kota awalnya mengatakan tidak mau menerimanya.

Kebijakan kontroversial kota untuk menerima kapal bertenaga nuklir telah memicu reaksi di Tromso.

Pada Januari, demonstrasi diadakan di tengah panggilan pelabuhan oleh USS Washington, karena penduduk setempat cemas akan kecelakaan atau kebocoran nuklir.

Alasan reaksi keras tersebut adalah karena kota Tromso pada dasarnya tidak memiliki keahlian atau peralatan untuk menangani kemungkinan kecelakaan dengan kebocoran radioaktif yang akan mengakibatkan masalah kesehatan, kematian, atau kerusakan besar pada lingkungan.

Namun demikian, analisis risiko dan kerentanan oleh militer menekankan pemerintah tidak akan pernah memilih Tonsnes jika ada keraguan.

Pemimpin Partai Merah Bjornar Moxnes berpendapat bahwa Kementerian Pertahanan meremehkan konsekuensi dari potensi kecelakaan.

Menurut dia, kehadiran kapal selam nuklir itu membuat Tromso akan menjadi target militer utama bagi kekuatan asing.

Pengerahan kapal selam nuklir itu berlangsung seiring perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved