Zelensky Ingin Rusia Diadili Ala Pengadilan Nurenberg

Rabu, 06 April 2022 - 01:33 WIB
loading...
A A A
Pernyataan Zelensky muncul jelang proposal yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia.

Baca juga: AS Prakarsai Penangguhan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, memperkenalkan proposal tersebut ke Dewan Keamanan PBB, di mana Rusia memiliki keanggotaan tetap dan memiliki hak untuk memveto resolusi.

"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, Amerika Serikat telah menilai bahwa anggota pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina," kata Thomas-Greenfield.

“Mengingat semakin banyaknya bukti, Rusia seharusnya tidak memiliki posisi otoritas dalam sebuah badan yang tujuannya, yang tujuannya adalah untuk mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Tidak hanya ini puncak kemunafikan, itu berbahaya,” ujarnya.

Dia mengatakan keanggotaan Rusia di dewan itu merusak kredibilitasnya, "merusak seluruh PBB dan itu benar-benar salah."

Pada hari Senin, Presiden AS Joe Biden menyebut pemimpin Rusia Vladimir Putin sebagai "penjahat perang" yang harus diadili karena memerintahkan kekerasan di Ukraina.

"Orang ini brutal, dan apa yang terjadi di Bucha keterlaluan dan semua orang melihatnya," kata Biden kepada wartawan yang berkumpul di Fort McNair.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Kalahkan Australia di...
Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!
Rekomendasi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved