Zelensky Ingin Rusia Diadili Ala Pengadilan Nurenberg

Rabu, 06 April 2022 - 01:33 WIB
loading...
Zelensky Ingin Rusia...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan pengadilan bergaya Nuremberg untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan perang Rusia. Foto/CNBC
A A A
NEW YORK - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan pengadilan bergaya Nuremberg untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan perang Rusia , sebuah istilah yang mengacu pada pengadilan militer internasional yang diadakan setelah Perang Dunia II .

"Militer Rusia dan mereka yang memberi perintah harus segera dibawa ke pengadilan atas kejahatan perang di Ukraina," kata Zelensky dalam pidato hampir 20 menit di depan Dewan Keamanan PBB seperti dilansir dari CNBC, Rabu (6/4/2022).

Kemunculan Zelensky di hadapan Dewan Keamanan PBB menyusul klaim Ukraina bahwa setidaknya 300 warga sipil disiksa dan dibunuh di Bucha oleh pasukan Rusia. Mayat-mayat itu ditemukan setelah Moskow menarik pasukannya dari daerah pinggiran dekat ibu kota Ukraina.



Zelensky menggambarkan akibat di Bucha, yang dilihatnya secara langsung pada hari Senin, sebagai "genosida" dan menuduh Rusia melakukan kejahatan perang.

"Pembantaian di kota kami Bucha hanya satu, sayangnya, hanya satu dari banyak contoh dari apa yang telah dilakukan penjajah di tanah kami selama 41 hari terakhir," kata Zelensky, menambahkan bahwa "dunia belum melihat" apa yang Rusia telah dilakukan di tempat lain di Ukraina.

Selama akhir pekan, Rusia menghadapi kemarahan global baru ketika gambar-gambar mengerikan muncul dari mayat-mayat yang berserakan di jalan-jalan, beberapa dengan tangan terikat dan luka tembak di bagian belakang kepala.

"Siapa pun yang telah memberikan perintah kriminal dan melakukannya dengan membunuh orang-orang kami akan dibawa ke pengadilan yang seharusnya serupa dengan pengadilan Nuremberg," seru Zelensky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved