Trump Teken UU Sanksi China Terkait Pelanggaran HAM Muslim Uighur

Kamis, 18 Juni 2020 - 06:37 WIB
loading...
Trump Teken UU Sanksi...
Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang sanksi perlakuan China terhadap Muslim Uighur. Foto/ ABS-CBN News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump , telah menandatangani undang-undang (UU) yang akan memungkinkan Washington untuk memberi sanksi kepada pejabat China atas dugaan penindasan terhadap Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang China. UU tersebut telah disahkan Kongres dengan dukungan bipartisan.

"Pemerintah China menggunakan secara sistematis kamp-kamp indoktrinasi, kerja paksa, dan pengawasan intrusif untuk menghapus identitas etnis dan kepercayaan agama Uighur dan minoritas agama lain di China," kata Trump saat menandatangani undang-undang tersebut seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (18/6/2020).

Trump kini memiliki waktu 180 hari untuk menyerahkan laporan kepada Kongres yang mengidentifikasi pejabat yang bertanggung jawab atas pelanggaran ini, yang kemudian akan dikenakan sanksi.

UU ini juga mengharuskan Departemen Luar Negeri AS untuk menyusun laporan tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan China, seperti yang harus dilakukan berdasarkan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, undang-undang serupa yang disahkan di tengah-tengah protes anti-China di kota semi-otonomi tahun lalu.

China sendiri membantah mengoperasikan "kamp konsentrasi," sebaliknya mengklaim bahwa warga Xinjiang ditahan di pusat-pusat "pendidikan ulang", dalam upaya untuk memberantas terorisme di provinsi itu.

Beberapa jam sebelum Trump menandatangani UU itu, mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton merilis kutipan dari bukunya yang akan datang kepada pers. Bolton mengklaim bahwa Trump mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa membangun kamp-kamp itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

Tidak jelas apakah Trump mempercepat penandatanganan untuk menghindari publisitas negatif dari buku Bolton, yang di antara pernyataan lainnya, mengklaim bahwa Trump meminta bantuan Xi Jinping untuk memenangkan pemilu selama pertemuan di pertemuan puncak G20 Juni lalu. Juga tidak jelas apakah Bolton, yang berpaling untuk mengkritik Trump sejak pemecatannya September lalu, salah menggambarkan deskripsi Xi Jinping tentang "kamp-kamp" itu atau tidak.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Gawat! Iran Ancam Serang...
Gawat! Iran Ancam Serang Israel Lagi
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Uni Eropa Beri 4 Sanksi...
Uni Eropa Beri 4 Sanksi ke Rusia Terkait Perang di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved