Rusia: Ukraina Siap Penuhi Berbagai Tuntutan Utama Moskow

Kamis, 31 Maret 2022 - 00:01 WIB
loading...
Rusia: Ukraina Siap...
Negosiator utama Rusia Vladimir Medinsky mengikuti perundingan dengan Ukraina di Dolmabahce Palace, Istanbul, Turki. Foto/Sputnik/Sergey Karpuhin
A A A
ISTANBUL - Negosiator utama Rusia Vladimir Medinsky mengatakan pada Rabu (30/3/2022) bahwa Ukraina pada prinsipnya setuju untuk secara resmi menjadi negara netral.

Tawaran Ukraina untuk bergabung dengan NATO adalah salah satu alasan Moskow meluncurkan kampanye militer terhadap negara itu bulan lalu.

Medinsky membuat pernyataannya sehari setelah kedua pihak mengadakan pertemuan puncak perdamaian di Istanbul, Turki.

Baca juga: Rusia Peringatkan Penggunaan Mobil PBB oleh Pasukan Ukraina

Dia mengatakan tim Ukraina mempresentasikan rancangan roadmap kesepakatan perdamaian di masa depan.

Baca juga: Perang Ukraina Picu Krisis Pangan, PBB: Terburuk Sejak Perang Dunia II

“Kemarin, untuk pertama kalinya, pihak Ukraina mengumumkan, tidak hanya secara lisan tetapi juga dalam bentuk tertulis, bahwa mereka siap memenuhi sejumlah syarat terpenting untuk membangun hubungan yang normal, dan mudah-mudahan, hubungan baik bertetangga dengan Rusia di masa depan,” papar dia, dilansir RT.com.

Baca juga: PBB Sebut 4 Juta Lebih Warga Ukraina Melarikan Diri dari Perang

Dia menjelaskan, “Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa setelah kudeta 2014 di Ukraina, Rusia telah mengajukan tuntutan ini kepada rezim Kiev, kepada para pendukungnya, terutama Amerika Serikat, selama bertahun-tahun.”

“Rusia mengusulkan negosiasi, mengusulkan untuk menyimpulkan berbagai jenis perjanjian yang seharusnya menjamin keamanan Ukraina dan memberikan kepentingan nasional Rusia di bidang ini,” papar dia.

Dia menekankan, “Semua tuntutan ini telah diabaikan selama bertahun-tahun. Dan Aliansi Atlantik Utara (NATO) juga telah menciptakan pijakan anti-Rusia dari Ukraina, lebih tepatnya, dari wilayah Ukraina, selama bertahun-tahun.”

“Masuknya Ukraina ke NATO, pembuatan pangkalan militer NATO di wilayahnya tampaknya menjadi masalah yang diselesaikan. Itu masalah waktu,” tutur dia.

Dia menjelaskan, “Saya akan mencatat, dan ini telah terbukti, bahwa ada juga upaya membuat senjata biologis. Apalagi, isu akuisisi senjata nuklir Ukraina juga menjadi rahasia umum.”

“Selama bertahun-tahun, rezim Kiev telah melakukan genosida terbuka terhadap penduduk Donbass. Ada banyak bukti untuk ini,” tegas dia.



Medinsky menegaskan, “Ada bukti tak terbantahkan bahwa Kiev berencana melancarkan serangan terhadap Donbass dalam waktu dekat. Dalam hal ini, Rusia harus membela puluhan ribu warga Rusia yang tinggal di sana.”

“Dalam keadaan ini, Rusia terpaksa meluncurkan operasi militer khusus pre-emptive,” tutur dia.

“Kemarin, untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, otoritas Kiev menyatakan mereka siap bernegosiasi dengan Rusia dan menyampaikan ketentuan dari kemungkinan kesepakatan di masa depan, yang menyatakan sebagai berikut: penolakan untuk bergabung dengan NATO, fiksasi status bebas blok Ukraina; penolakan senjata nuklir; kewajiban melakukan latihan pasukan hanya dengan persetujuan dari negara-negara penjamin, yang harus mencakup Rusia,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Artinya, Ukraina menyatakan siap memenuhi tuntutan yang selama ini ditekankan Rusia. Jika semua kewajiban ini dipenuhi, ancaman menciptakan jembatan NATO di wilayah Ukraina akan dihilangkan.”

“Itulah mengapa sangat penting untuk menyepakati perjanjian ini di tingkat tertinggi. Namun, negosiasi dan pekerjaan kami terus berlanjut,” papar dia.

Lebih lanjut, Medinsky menjelaskan, “Saya ingin menekankan bahwa posisi Rusia mengenai Krimea dan Donbass tetap sama.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved