Jenderal Kyiv: Putin Ingin Membagi Ukraina Jadi Dua seperti Korea
Senin, 28 Maret 2022 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
“Saya sudah berbicara dengan para pembela Mariupol hari ini. Saya terus berhubungan dengan mereka. Tekad, kepahlawanan, dan keteguhan mereka luar biasa,” katanya dalam pidato video, seperti dikutip The Sun, Senin (28/3/2022).
Mengacu pada NATO, dia menambahkan: “Jika saja mereka yang telah berpikir selama 31 hari tentang apakah akan menyerahkan lusinan jet dan tank memiliki satu persen dari keberanian mereka.”
Pernyataan itu muncul setelah kesalahan tanpa naskah oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, yang mengakhiri pidato di Polandia dengan menyatakan Putin “tidak dapat tetap berkuasa”.
Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri telah bergegas untuk mundur dari kata-kata itu, menyangkal AS telah mengubah kebijakan perubahan rezim terhadap Rusia.
Para ahli mengatakan kesalahan itu akan digunakan di Rusia sebagai konfirmasi bahwa AS bertekad menggulingkan Putin.
Richard Haass, Presiden Dewan Hubungan Luar Negeri, menyebutnya sebagai penyimpangan yang buruk dalam disiplin yang berisiko memperluas cakupan dan durasi perang.
Mengacu pada NATO, dia menambahkan: “Jika saja mereka yang telah berpikir selama 31 hari tentang apakah akan menyerahkan lusinan jet dan tank memiliki satu persen dari keberanian mereka.”
Pernyataan itu muncul setelah kesalahan tanpa naskah oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, yang mengakhiri pidato di Polandia dengan menyatakan Putin “tidak dapat tetap berkuasa”.
Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri telah bergegas untuk mundur dari kata-kata itu, menyangkal AS telah mengubah kebijakan perubahan rezim terhadap Rusia.
Para ahli mengatakan kesalahan itu akan digunakan di Rusia sebagai konfirmasi bahwa AS bertekad menggulingkan Putin.
Richard Haass, Presiden Dewan Hubungan Luar Negeri, menyebutnya sebagai penyimpangan yang buruk dalam disiplin yang berisiko memperluas cakupan dan durasi perang.
(min)
Lihat Juga :