AS Jatuhkan Sanksi yang Targetkan Program Rudal Korea Utara

Jum'at, 25 Maret 2022 - 08:28 WIB
loading...
AS Jatuhkan Sanksi yang...
AS Jatuhkan Sanksi yang Targetkan Program Rudal Korea Utara. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi pada dua perusahaan Rusia dan satu entitas Korea Utara (Korut) karena mentransfer barang-barang sensitif ke program rudal Korut, kata Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (24/3/2022).

Sanksi itu dijatuhkan pada entitas Rusia, Ardis Group of Companies LLC (Ardis Group) dan PFK Profpodshipnik LLC. Sementara entitas Korut yang menjadi sasaran sanksi disebut sebagai Biro Urusan Luar Negeri Akademi Ilmu Pengetahuan Alam Kedua.

Baca: Jong-un Awasi Langsung Uji Coba Rudal Monster yang Bisa Mencapai Daratan AS

“Selain itu, warga negara Rusia Igor Aleksandrovich Michurin dan warga negara Korea Utara Ri Sung Chol juga dikenai sanksi,” sebut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip dari Reuters.

Pengumuman sanksi datang pada hari yang sama, ketika Korut mengatakan pihaknya menguji jenis rudal balistik antarbenua yang baru dan kuat. Hwasong-17 adalah ICBM raksasa yang pertama kali diluncurkan pada Oktober 2020 dan dijuluki sebagai "rudal monster" oleh para analis.

"Langkah-langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menghalangi kemampuan DPRK untuk memajukan program misilnya dan mereka menyoroti peran negatif yang dimainkan Rusia di panggung dunia sebagai pengembang program yang menjadi perhatian," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price.

Baca: Biden Fokus Invasi Rusia, Korut Uji Coba ICBM Baru yang Mampu Capai AS

AS juga memberi sanksi kepada Zhengzhou Nanbei Instrument Equipment Co Ltd karena memasok Suriah dengan peralatan yang dikendalikan oleh rezim nonproliferasi senjata kimia dan biologi yang dikenal sebagai Grup Australia.

Departemen Luar Negeri mengatakan, sanksi terhadap perusahaan China menggarisbawahi kekurangan Beijing dalam menerapkan kontrol ekspor dan rekam jejak nonproliferasi.

Sesungguhnya, uji coba nuklir dan jarak jauh telah dihentikan sejak Kim Jong-un bertemu dengan presiden AS saat itu, Donald Trump untuk pertarungan diplomasi yang gagal, yang runtuh pada 2019.

Tetapi di awal tahun ini, Korut mengancam bahwa mereka dapat meninggalkan moratorium yang diberlakukan sendiri pada pengujian semacam itu. AS dan Korea Selatan telah memperingatkan bulan ini bahwa Pyongyang sedang bersiap untuk meluncurkan ICBM dalam jarak penuh.

Baca: Semenanjung Korea Memanas, Korsel Tembakkan Rudal Balistik dan Rudal Kendali

Korut telah lama mendambakan sebuah ICBM yang dapat membawa banyak hulu ledak. Seoul dan Washington mengatakan, Korut telah menguji Hwasong-17 dengan kedok pengembangan "satelit pengintai".

Pekan lalu, tes kemungkinan Hwasong-17 berakhir dengan kegagalan, meledak di langit di atas ibu kota tak lama setelah peluncuran. Sementara analis mengatakan, upaya untuk berhasil menguji coba Hwasong-17 adalah bagian dari persiapan Pyongyang untuk menandai peringatan 110 tahun kelahiran pendiri Kim Il Sung pada 15 April.

Korut biasanya merayakan hari jadi utama domestik yang terkait dengan rezim Kim dengan tes senjata dan parade militer. "Kim Jong-un pada akhirnya ingin memantapkan dirinya sebagai pemimpin yang telah berhasil mengembangkan senjata nuklir dan ICBM," Ahn Chan-il, seorang sarjana studi Korut mengatakan kepada AFP.

"Dia hampir putus asa karena tanpa pencapaian militer seperti itu, dia benar-benar belum berbuat banyak," tambahnya, menunjuk pada ekonomi negara yang terisolasi itu, yang telah terpukul oleh COVID-19 dan sanksi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
AS Akan Gunakan Aset-Aset...
AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
Rekomendasi
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved