Rusia Peringatkan NATO Tidak Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina

Kamis, 24 Maret 2022 - 04:30 WIB
loading...
Rusia Peringatkan NATO...
Rusia peringatkan NATO tidak kirim pasukan perdamaian ke Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa jika NATO setuju dengan proposal Polandia untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina , langkah itu dapat memicu konflik militer antara blok pimpinan Amerika Serikat (AS) itu dengan Moskow.

“Rekan-rekan Polandia kami telah menyatakan bahwa akan ada pertemuan puncak NATO sekarang, dan penjaga perdamaian harus dikerahkan. Saya harap mereka mengerti apa yang dipertaruhkan. Ini akan menjadi bentrokan langsung antara angkatan bersenjata Rusia dan NATO, yang semua orang tidak hanya ingin hindari tetapi juga mengatakan bahwa itu tidak boleh terjadi pada prinsipnya,” jelasnya.

Lavrov juga mengklaim bahwa Warsawa mungkin ingin membangun pijakan di kota besar Lvov di Ukraina barat dan tetap di sana setelah konflik berakhir.



“Kenapa tidak, mereka punya pemikiran seperti itu, dan bukan hanya pemikiran, ini terjadi di masa lalu,” katanya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (24/3/2022).

Diplomat top Rusia itu juga memperingatkan negara-negara Baltik agar tidak mengirim "batalyon kecil" mereka untuk memerangi pasukan Rusia di Ukraina.

Awal pekan lalu, perdana menteri Polandia, Republik Ceko, dan Slovenia dilaporkan melakukan perjalanan ke Kiev untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Setelah itu, Wakil Perdana Menteri Polandia Jarosław Kaczynski menyatakan bahwa NATO harus mengerahkan misi penjaga perdamaian ke Ukraina sementara Uni Eropa (UE) harus memberikan status kandidat resmi kepada Kiev.

Baca juga: Hampir Sebulan Invasi Rusia, NATO Lipatgandakan Pasukan di Eropa Timur

“Saya percaya bahwa misi penjaga perdamaian NATO diperlukan, misi yang dapat mempertahankan diri dan akan beroperasi di Ukraina,” ujar Kaczynski.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak permohonan Kiev untuk menetapkan zona larangan terbang di atas Ukraina, dengan mengatakan hal itu pasti akan mengarah pada bentrokan langsung dengan Rusia.

Presiden AS Joe Biden juga menyatakan bahwa Washington tidak akan berperang melawan Rusia di Ukraina, memperingatkan bahwa konfrontasi langsung antara NATO dan Moskow adalah salah satu cara untuk memulai Perang Dunia III.

Baca juga: Biden: Konflik Langsung NATO-Rusia Akan Menjadi Perang Dunia III

Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, dan berujung pada pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

Baca juga: Dubes Rusia untuk AS: Militerisasi Ukraina Ancam Keamanan Eropa dan Global
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved