Amerika Kecewa Berat UEA Sambut Hangat Kunjungan Assad

Minggu, 20 Maret 2022 - 07:51 WIB
loading...
Amerika Kecewa Berat...
Amerika Kecewa Berat UEA Sambut Hangat Kunjungan Assad. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Kunjungan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Uni Emirat Arab (UEA) membuat Amerika Serikat (AS) "sangat kecewa". AS juga mendesak sekutu mereka untuk menghindari normalisasi hubungan dengan rezim yang dituduh melakukan "kekejaman yang mengerikan".

Perjalanan kejutan Assad ke UEA pada Jumat (18/3/2022) adalah kunjungan resmi pertamanya ke sebuah negara Arab sejak perang saudara meletus di negaranya pada 2011. Perang itu dilaporkan telah menewaskan hampir setengah juta orang.

Baca: Assad Kunjungi UEA, Lawatan Pertama ke Negara Arab Sejak Pecah Perang Suriah

Itu adalah tanda terbaru dari hubungan yang memanas antara Suriah dan UEA yang kaya energi - sekutu utama AS yang juga menormalkan hubungan dengan Israel pada tahun 2020.

"Kami sangat kecewa dan terganggu dengan upaya nyata untuk melegitimasi Bashar al-Assad ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP, Sabtu (19/3/2022).

Menurutnya, Assad tetap bertanggung jawab atas kematian dan penderitaan warga Suriah yang tak terhitung jumlahnya, pemindahan lebih dari setengah populasi Suriah sebelum perang, dan penahanan sewenang-wenang dan penghilangan lebih dari 150.000 pria, wanita dan anak-anak Suriah.

Baca: Petinggi Militer Rezim Assad Divonis Penjara Seumur Hidup

“Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah menegaskan, kami tidak mendukung upaya untuk merehabilitasi Assad, dan kami tidak mendukung orang lain normalisasi hubungan," kata Price.

"Kami telah menjelaskan hal ini dengan mitra kami (dan) kami mendesak negara-negara yang mempertimbangkan keterlibatan dengan rezim Assad untuk mempertimbangkan dengan hati-hati kekejaman mengerikan yang dikunjungi oleh rezim," lanjutnya.

Kunjungan hari Jumat oleh Assad ke UEA terjadi ketika Rusia - pendukung utama Damaskus yang juga memiliki hubungan kuat dengan Emirates - menekan perangnya terhadap Ukraina.

Baca: Sebut Assad Pahlawan, Maduro Yakin Suriah Bakal Menang Lawan Teroris

Perang Suriah meletus pada Maret 2011 setelah penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah, dan setahun kemudian UEA, seperti kebanyakan negara Arab, memutuskan hubungan dengan Damaskus.

Tetapi UEA membuka kembali kedutaannya di ibu kota Suriah pada Desember 2018. Ini menunjukkan upaya untuk membawa rezim Assad kembali ke wilayah Arab.

Pada hari Jumat, Assad dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, penguasa de facto UEA, membahas "hubungan persaudaraan" antara kedua negara, kantor berita resmi WAM melaporkan.

Baca: Rudal-rudal Israel Hujani Suriah Tewaskan Tentara Rezim Assad

“Pembicaraan juga berpusat pada upaya untuk berkontribusi pada konsolidasi keamanan, stabilitas dan perdamaian di kawasan Arab dan Timur Tengah," sebut laporan WAM.

Sheikh Mohammed mengatakan, dia berharap kunjungan itu akan membuka jalan bagi kebaikan, perdamaian dan stabilitas untuk menang di Suriah dan seluruh kawasan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Berita Terkini
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved