Inggris Sebut Pasukan Rusia Hanya Beberapa Kilometer Menuju Kiev

Kamis, 03 Maret 2022 - 20:33 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Harapan Baru, Ukraina Kedatangan Lebih Banyak Drone Tempur Turki

"Kami tidak akan rugi apa-apa selain kebebasan kami sendiri," katanya.

Di Borodyanka, sebuah kota kecil 60 km barat laut Kiev di mana penduduk setempat telah menangkis serangan Rusia, bongkahan kendaraan lapis baja Rusia yang hancur berserakan di jalan raya, dikelilingi oleh bangunan yang dihancurkan menjadi reruntuhan. Api dari satu gedung apartemen yang terbakar menerangi langit sebelum fajar. Seekor anjing menggonggong saat pekerja darurat berjalan melewati puing-puing dalam kegelapan.

"Mereka mulai menembak dari APC mereka ke arah taman di depan kantor pos," kenang seorang pria di apartemen tempat dia berlindung bersama keluarganya.

"Kemudian bajingan itu menyalakan tank dan mulai menembaki supermarket yang sudah terbakar. Itu terbakar lagi," sambungnya.

"Seorang lelaki tua berlari keluar seperti orang gila, dengan mata bulat besar, dan berkata 'berikan saya bom molotov! Saya baru saja membakar APC mereka!... Beri saya bensin, kita akan membuat bom molotov dan membakar tanknya!'," imbuhnya.

Baca juga: Biden Berjanji Tidak Akan Kirim Militer Amerika ke Ukraina

Setelah gagal merebut kota-kota besar Ukraina, Rusia telah mengubah taktik dalam beberapa hari terakhir, meningkatkan pemboman mereka. Petak-petak di pusat Kharkiv, sebuah kota berpenduduk 1,5 juta orang, telah dihancurkan menjadi puing-puing.

Mariupol, pelabuhan utama Ukraina timur, telah dikepung di bawah pemboman berat, tanpa air atau listrik. Para pejabat mengatakan mereka tidak dapat mengevakuasi yang terluka. Dewan kota membandingkan situasi di sana dengan pengepungan Leningrad pada Perang Dunia Kedua, menyebutnya sebagai "genosida rakyat Ukraina".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved