Inggris Sebut Pasukan Rusia Hanya Beberapa Kilometer Menuju Kiev

Kamis, 03 Maret 2022 - 20:33 WIB
loading...
A A A
"Hanya dalam tujuh hari, satu juta orang telah meninggalkan Ukraina, tercerabut oleh perang yang tidak masuk akal ini. Saya telah bekerja dalam keadaan darurat pengungsi selama hampir 40 tahun, dan jarang saya melihat eksodus secepat ini," kata Filippo Grandi, Komisaris Tinggi Badan Pengungsi PBB.

"Jam demi jam, menit demi menit, semakin banyak orang yang melarikan diri dari realitas kekerasan yang mengerikan."

Baca juga: Rusia kepada Warga Sipil Kiev: Keluar Sebelum Serangan Rudal

Analis militer mengatakan kemajuan Rusia sejauh ini telah menjadi kegagalan taktis, terhenti oleh kegagalan logistik dan pemeliharaan peralatan, dengan tiang-tiang sekarang terbatas di jalan-jalan saat musim semi yang mencair mengubah tanah Ukraina menjadi lumpur. Setiap hari pasukan penyerang utama tetap terhenti di jalan raya utara Kiev, kondisinya semakin memburuk, kata Michael Kofman, seorang ahli militer Rusia di Wilson Center di Washington.

“Semakin lama pasukan Rusia duduk di depan, semakin rendah kesiapan dan kinerja mereka. Semuanya mulai dari kondisi ban, ketersediaan pasokan, dan pada akhirnya moral,” tweetnya.

Tapi ketakutan terbesarnya adalah, ketika kemungkinan kemenangan cepat berkurang, Rusia akan mundur pada taktik yang digunakan di Suriah dan Chechnya, yang membuat kota-kota besar Aleppo dan Grozny hancur berantakan sebelum akhirnya dikalahkan.

Rusia telah mengakui hampir 500 tentaranya tewas. Ukraina mengatakan telah membunuh hampir 9.000, meskipun klaim ini tidak dapat dikonfirmasi. Pihak berwenang Ukraina telah menawarkan untuk membebaskan setiap tahanan Rusia jika ibu mereka datang untuk menjemput mereka.

Baca juga: 498 Prajurit Rusia Tewas dan 2.870 Tentara Ukraina Gugur dalam Perang
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Terungkap! AS Tak Bantu...
Terungkap! AS Tak Bantu Israel Tangkis Serangan Rudal Iran
Rekomendasi
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved