Taliban Ingin Ciptakan Struktur Militer yang Kuat untuk Afghanistan

Selasa, 22 Februari 2022 - 01:15 WIB
loading...
Taliban Ingin Ciptakan...
Taliban Ingin Ciptakan Struktur Militer yang Kuat untuk Afghanistan. FOTO/The Independent
A A A
KABUL - Taliban sedang berupaya menciptakan struktur tentara yang lengkap untuk Afghanistan . Struktur ini akan mencakup perwira dan tentara yang melayani rezim lama, kata pejabat yang bertugas mengawasi transformasi militer, Senin (21/2/2022).

“Pekerjaan kami dalam pembentukan tentara sedang berlangsung. Para professional, termasuk pilot dan insinyur, petugas layanan, staf logistik dan administrasi (dari rezim sebelumnya) berada di tempat mereka di sektor keamanan," jelas Latifullah Hakimi, kepala Komisi Pembebasan Pangkat Taliban pada AFP, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (21/2/2022).

Baca: Jika Aset Tak Juga Dibebaskan, Taliban Ancam Ubah Kebijakan Terhadap AS

Hakimi mengatakan, Taliban akan membentuk "pasukan besar” sesuai dengan kebutuhan negara dan kepentingan nasional. Namun, ia tidak merinci jumlahnya. Dia juga mengatakan bahwa Taliban telah memperbaiki setengah dari 81 helikopter dan pesawat yang diduga tidak dapat digunakan oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat selama penarikan pasuan yang kacau tahun lalu.

Menurutnya, pasukan Taliban menguasai lebih dari 300.000 senjata ringan, 26.000 senjata berat dan sekitar 61.000 kendaraan militer selama mereka mengambil alih negara itu. Angkatan Bersenjata Afghanistan sendiri mengalami kehancuran pada musim panas lalu saat menghadapi serangan Taliban. Mereka meninggalkan pangkalan dan semua senjata serta kendaraan mereka.

Taliban juga telah menjanjikan amnesti umum untuk semua orang yang terkait dengan rezim lama, tetapi hampir semua pejabat senior pemerintah dan militer termasuk di antara lebih dari 120.000 orang yang dievakuasi melalui udara pada hari-hari terakhir keberadaan AS di tanah Afghanistan.

Baca: Taliban Klaim Bakal Segera Dapat Pengakuan Internasional

Banyak dari tentara pemerintah Afghanistan yang melebur kembali ke kehidupan sipil dan menyembunyikan indentitas mereka karena takut akan pembalasan Taliban. Hakimi bersikeras, bagaimanapun, bahwa amnesti Taliban telah bekerja dengan baik.

"Jika tidak dikeluarkan, kita akan menyaksikan situasi yang sangat buruk," katanya. "Para pelaku bom bunuh diri yang mengejar seseorang untuk menargetkannya, kini menjadi pelaku bom bunuh diri yang sama yang melindunginya," tambahnya.

Ada sedikit bukti bahwa Taliban telah menyerap mantan tentara Afghanistan ke dalam barisan mereka. Taliban menunjuk dua mantan perwira senior Tentara Nasional Afghanistan untuk menduduki posisi teratas di Kementerian Pertahanan saat ini. Keduanya adalah ahli bedah spesialis yang bekerja di rumah sakit militer utama negara itu.

Baca: Taliban Larang Anggotanya Bawa Senjata ke Taman Hiburan

Hakimi juga mengatakan, bahwa Taliban telah membersihkan hampir 4.500 “orang yang tidak diinginkan" dari barisannya. Dari jumlah itu kebanyakan anggota baru yang bergabung setelah pengambilalihan kekuasaan dan disalahkan atas serentetan kejahatan.

Afghanistan, bagaimanapun, secara efektif bangkrut, dengan aset luar negeri senilai USD7 miliar disita oleh AS. Washington mengatakan, setengahnya akan dicadangkan untuk dana kompensasi para korban serangan 11 September 2001, dan setengahnya lagi dikeluarkan secara bertahap sebagai bagian dari dana bantuan kemanusiaan yang dipantau dengan cermat.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved