Jika Perang Pecah, Ini Jenderal Paling Top di Rusia dan Ukraina
Senin, 14 Februari 2022 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Kepala Staf Umum juga merangkap sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, posisi kedua setelah Panglima Tertinggi.
Pada 28 Maret 2020, dekrit Presiden Volodymyr Zelensky membagi jabatan Panglima Tertinggi dan Kepala Staf Umum.
Perlu diketahui, Kantor Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dibuat setelah reorganisasi Distrik Militer Soviet Kiev ketika pemimpinnya, Kolonel Jenderal Viktor Chechevatov, menerima tawaran untuk diangkat ke jabatan tersebut, tapi dia menolak berjanji setia kepada rakyat Ukraina.
Awalnya dikenal sebagai Kepala Markas Besar dan ditunjuk sebagai Deputi Pertama Menteri Pertahanan.
Pada 1996, kantor itu diubah menjadi Kepala Staf Umum. Pada 2002 sebagai bagian dari reformasi militer, pos tersebut dipisahkan dari pegawai negeri dan kehilangan fungsi deputi menterinya.
Pada 2005 Kepala Staf Umum dikukuhkan kembali sebagai panglima utama Angkatan Bersenjata di negara tersebut dan diberikan jabatan paralel Panglima Tertinggi.
Pada 2020 reorganisasi lain terjadi sebagai bagian dari reformasi militer yang sedang berlangsung yang dipicu agresi Rusia dan jabatan Panglima dipecah menjadi pos terpisah.
Pada 28 Maret 2020, dekrit Presiden Volodymyr Zelensky membagi jabatan Panglima Tertinggi dan Kepala Staf Umum.
Perlu diketahui, Kantor Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dibuat setelah reorganisasi Distrik Militer Soviet Kiev ketika pemimpinnya, Kolonel Jenderal Viktor Chechevatov, menerima tawaran untuk diangkat ke jabatan tersebut, tapi dia menolak berjanji setia kepada rakyat Ukraina.
Awalnya dikenal sebagai Kepala Markas Besar dan ditunjuk sebagai Deputi Pertama Menteri Pertahanan.
Pada 1996, kantor itu diubah menjadi Kepala Staf Umum. Pada 2002 sebagai bagian dari reformasi militer, pos tersebut dipisahkan dari pegawai negeri dan kehilangan fungsi deputi menterinya.
Pada 2005 Kepala Staf Umum dikukuhkan kembali sebagai panglima utama Angkatan Bersenjata di negara tersebut dan diberikan jabatan paralel Panglima Tertinggi.
Pada 2020 reorganisasi lain terjadi sebagai bagian dari reformasi militer yang sedang berlangsung yang dipicu agresi Rusia dan jabatan Panglima dipecah menjadi pos terpisah.
(sya)
Lihat Juga :