Junta Myanmar Umumkan Amnesti untuk Lebih dari 800 Tahanan
Sabtu, 12 Februari 2022 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Turnell didakwa melanggar undang-undang rahasia resmi Myanmar dan menghadapi hukuman maksimal 14 tahun penjara jika terbukti bersalah. Pada April tahun lalu, Junta membebaskan sekitar 23.000 tahanan, dengan beberapa kelompok hak asasi pada saat itu khawatir langkah itu akan membebaskan ruang bagi penentang militer dan menyebabkan kekacauan.
Baca: Citra Satelit Tunjukkan Penumpukan Militer Rusia di 3 Sisi Ukraina Berlanjut
Junta menandai Hari Persatuan dengan unjuk kekuatan di Naypyidaw, ibu kota yang dibangun militer yang dikenal dengan jalan raya yang luas dan sering kali kosong. Ratusan tentara diarak bersama PNS mengibarkan bendera negara secara serempak dan rombongan menampilkan tarian koreografi.
Helikopter yang membawa bendera negara kuning, hijau dan merah terbang di atas, diikuti oleh jet membuntuti warna yang sama dalam asap. Analis independen Myanmar, David Mathieson, menyebut pawai tersebut sebagai "seni pertunjukan".
"Pesan untuk Hari Persatuan sangat bertentangan dengan kenyataan di Myanmar," katanya kepada AFP, seraya menambahkan junta tidak tulus tentang perdamaian. "Sangat tidak masuk akal bahwa pada peringatan 75 tahun Hari Persatuan negara ini lebih terpecah daripada titik mana pun dalam sejarahnya," lanjutnya.
Baca: Citra Satelit Tunjukkan Penumpukan Militer Rusia di 3 Sisi Ukraina Berlanjut
Junta menandai Hari Persatuan dengan unjuk kekuatan di Naypyidaw, ibu kota yang dibangun militer yang dikenal dengan jalan raya yang luas dan sering kali kosong. Ratusan tentara diarak bersama PNS mengibarkan bendera negara secara serempak dan rombongan menampilkan tarian koreografi.
Helikopter yang membawa bendera negara kuning, hijau dan merah terbang di atas, diikuti oleh jet membuntuti warna yang sama dalam asap. Analis independen Myanmar, David Mathieson, menyebut pawai tersebut sebagai "seni pertunjukan".
"Pesan untuk Hari Persatuan sangat bertentangan dengan kenyataan di Myanmar," katanya kepada AFP, seraya menambahkan junta tidak tulus tentang perdamaian. "Sangat tidak masuk akal bahwa pada peringatan 75 tahun Hari Persatuan negara ini lebih terpecah daripada titik mana pun dalam sejarahnya," lanjutnya.
Lihat Juga :