Australia Desak Myanmar Bebaskan Ekonom yang Ditahan Junta Militer

Minggu, 06 Februari 2022 - 16:34 WIB
loading...
Australia Desak Myanmar...
Australia desak Myanmar bebaskan ekonom yang ditahan Junta Militer. FOTO/The Irawaddy
A A A
SYDNEY - Menteri Luar Negeri Australia , Marise Payne, pada Minggu (6/2/2022) menyerukan "pembebasan segera" seorang ekonom asal Australia, Sean Turnell, yang telah ditahan oleh junta militer Myanmar selama setahun terakhir.

Turnell, seorang profesor ekonomi Australia, bekerja sebagai penasihat pemimpin sipil Aung San Suu Kyi ketika dia ditangkap Februari lalu. Ia ditangkap hanya beberapa hari setelah kudeta militer yang terjadi di Myanmar.

Baca: Penduduk Desa Myanmar Menuduh Pasukan Junta Membakar Ratusan Rumah

Dia didakwa melanggar undang-undang rahasia resmi Myanmar dan menghadapi hukuman maksimal 14 tahun penjara jika terbukti bersalah.

"Penahanan Profesor Turnell tidak adil, dan kami menolak tuduhan terhadapnya," kata Payne dalam sebuah pernyataan pada AFP, seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (6/2/2022). "Kami sekali lagi menyerukan pembebasan segera Profesor Turnell," lanjutnya.

"Konsisten dengan standar dasar keadilan dan transparansi, kami berharap Profesor Turnell memiliki akses tanpa hambatan ke pengacaranya, dan pejabat Australia dapat mengamati proses pengadilannya," kata Payne.

Baca: Kamboja: Perwakilan non-Politik Myanmar Diundang ke Pertemuan ASEAN

Turnell berada di tengah-tengah wawancara telepon dengan BBC ketika dia ditahan setelah kudeta. "Saya baru saja ditahan saat ini, dan mungkin didakwa dengan sesuatu, saya tidak tahu apa itu, bisa apa saja, tentu saja," kata Turnell kepada penyiar saat itu.

"Semua orang sangat sopan dan sebagainya, tapi jelas saya tidak bebas bergerak atau semacamnya," lanjut Turnell.

Kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan keprihatinan tentang penuntutan Turnell, terutama setelah kedutaan Australia ditolak aksesnya ke sidang pengadilan pada bulan September.

Baca: Peringati Setahun Kudeta, Toko-toko di Myanmar Tutup dan Jalan Kosong Melompong

Kudeta militer itu sendiri memicu protes massal dan tindakan keras militer berdarah, dengan lebih dari 1.500 warga sipil tewas dan hampir 12.000 ditangkap pada 4 Februari, menurut kelompok pemantau lokal.

Bulan lalu, sebuah koalisi LSM, termasuk Human Rights Watch dan Dewan Pengungsi Australia, meminta pemerintah Australia untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan kepada para pemimpin militer Myanmar.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Berita Terkini
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved