Bahaya! China Peringatkan Virus NeoCoV dengan Tingkat Kematian Tinggi

Kamis, 27 Januari 2022 - 19:05 WIB
loading...
Bahaya! China Peringatkan...
Para peneliti memakai baju pelindung di laboratorium virus berisiko tinggi. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Ilmuwan China memperingatkan potensi ancaman kematian dan tingkat penularan yang tinggi terkait dengan jenis virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan, NeoCoV.

Virus NeoCoV yang ditemukan di Afrika Selatan sedang viral dibahas dalam laporan media dan telah ada selama beberapa waktu. Virus ini terkait sindrom pernapasan Timur Tengah MERS-CoV, yang wabahnya tercatat pada 2012 dan 2015.

Virus NeoCoV, terkait dengan sindrom pernapasan Timur Tengah MERS-CoV, terkait dengan wabah di negara-negara Timur Tengah pada 2012 dan 2015, yang bukan hal baru. Ini juga mirip dalam banyak hal dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 pada manusia.

Baca juga: Bukan Omong Kosong, Lihat Sendiri Jet Tempur Rusia Terbang ke Belarusia

NeoCoV ditemukan pada populasi kelelawar di Afrika Selatan dan hingga saat ini telah menyebar secara eksklusif di antara hewan-hewan tersebut.

Baca juga: Ukraina Mencekam, 5 Orang Tewas Diberondong Tembakan Garda Nasional

Namun studi baru, belum ditinjau pakar lain dan dirilis dalam pracetak di website bioRxiv, secara tak terduga menemukan NeoCoV dan kerabat dekatnya, PDF-2180-CoV, dapat menggunakan beberapa jenis enzim pengubah angiotensin kelelawar 2 (ACE2) dan manusia ACE2 untuk masuk.

Baca juga: Rusia Tegaskan Ukraina Berubah Jadi Mainan di Tangan NATO dan AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
5 Jenis Makanan dengan...
5 Jenis Makanan dengan Kandungan Mikroplastik Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved