Kapal Perang China Hendak Tembaki Kapal Filipina di Laut China Selatan

Kamis, 23 April 2020 - 16:09 WIB
loading...
Kapal Perang China Hendak...
BRP Conrado Yap (PS-39), kapal Angkatan Laut Filipina yang nyaris ditembaki kapal perang China di Laut China Selatan. Foto/KD Madrilejos/Rappler
A A A
MANILA - Sebuah kapal perang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China sudah menyiapkan senjata untuk menembaki kapal Angkatan Laut Filipina di dekat Terumbu Rizal di Laut China Selatan. Insiden nyaris tembak yang menegangkan ini terjadi 17 Februari lalu, namun baru diungkap pejabat militer Filipina pada Kamis (23/4/2020).

Kepala Komando Barat Filipina, Wakil Laksamana Rene Medina mengatakan kapal Angkatan Laut Filipina; BRP Conrado Yap (PS-39), sedang dalam misi patroli kedaulatan ketika bertemu dengan kapal perang China dengan nomor busur 514 pada 17 Februari.

Kapal Filipina mengirim pesan radio kepada kru kapal perang China dan mendapat jawaban; "Pemerintah China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Laut China Selatan, pulau-pulau dan perairan yang berdekatan."

Kapal perang China, lanjut Medina, menerima kontak radio lain dari kapal Filipina yang memerintahkan kapal perang Beijing tersebut untuk melanjutkan langsung ke tujuan berikutnya. Namun kapal China mengulangi tanggapannya dan mempertahankan arah serta kecepatannya.

Medina mengatakan kru BRP Conrado Yap mengamati secara visual bahwa mekanisme penembakan senjata kapal China sedang ditujukan pada kapal Angkatan Laut Filipina.

Medina menggambarkannya sebagai "direktur pengontrol senjata".

"Direktur pengontrol senjata ini dapat digunakan untuk menunjuk dan melacak target dan membuat semua senjata utama siap ditembakkan dalam waktu satu detik," katanya, seperti dikutip Inquirer.net.

Meskipun, menurut Joint Task Force West (Satuan Tugas Gabungan Barat), kapal BRP Conrado Yap tidak memiliki sarana elektronik yang dikenal sebagai ESM untuk mengonfirmasi bahwa direktur pengontrolan senjata kapal China sedang menyiapkan senjata untuk membidik dan menembaki kapal Angkatan Laut Filipina, identifikasi visual menegaskan niat bermusuhan tersebut.

Angkatan Laut Filipina sebelumnya telah menandai BRP Conrado Yap sebagai kapal perang paling kuat yang dimilikinya hingga saat ini.

BRP Conrado Yap adalah korvet kelas Pohang yang disumbangkan oleh Korea Selatan. Kapal ini memasuki layanan Angkatan Laut Filipina pada tahun lalu.

Pada insiden di Laut Filipina Barat, kapal-kapal China dan Filipina melanjutkan pelayaran mereka masing-masing setelah pertemuan itu. Komando Barat Filipina sudah melaporkan kejadian itu kepada otoritas yang lebih tinggi.

"Tindakan bermusuhan dari pihak pemerintah China dan perambahan di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina ini dianggap sebagai pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan kedaulatan Filipina," kata Medina.

Dia bersumpah bahwa Komando Barat Filipina akan terus melindungi kedaulatan negaranya. "Komando Barat tidak akan pernah diintimidasi dan kita juga tidak akan membiarkan penjaga kita jatuh dalam melindungi kedaulatan dan integritas Filipina," paparnya.

"Unit (kami) akan mendukung setiap peningkatan kemampuan kapal kami di masa depan yang berpatroli di perairan Filipina kami," imbuh dia.

Insiden 17 Februari merupakan salah satu dasar dari dua protes diplomatik yang diajukan oleh pemerintah Filipina terhadap Beijing pada hari Rabu (22/4/2020). Dasar lain dari protes diplomatik adalah deklarasi China atas bagian wilayah yang diklaim Filipina di Laut Filipina Barat sebagai bagian dari provinsi Hainan, China.

China baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah membentuk dua unit administrasi, yang serupa dengan pemerintah daerah, di Laut China Selatan sebagai bagian dari langkah terbaru untuk membangun kendali penuh atas perairan yang disengketakan.

"Tindakan itu adalah pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan Filipina," kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr.

Keputusan tahun 2016 oleh majelis arbitrase yang didukung PBB di Den Haag memutuskan bahwa klaim Beijing tidak memiliki dasar dan kegilaan pembangunannya di Laut China Selatan tetap ilegal.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
3 Calon Menajer Koperasi...
3 Calon Menajer Koperasi Merah Putih Gugur saat Ikuti Pelatihan Ala Militer
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved