PBB: Kehancuran Total Topan Rai karena Sikap Meremehkan
Minggu, 23 Januari 2022 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Daerah yang dilanda topan sudah berjuang dengan COVID-19, kemiskinan dan kekurangan gizi telah membuat ekonomi mereka "benar-benar rata". "Ini adalah wilayah yang sangat rapuh," tambah Gonzalez.
Baca: Korban Tewas Tembus 375 Jiwa, Filipina Kerahkan Militer Bantu Korban Topan Rai
Sebuah kampanye PBB untuk mengumpulkan USD107,2 juta bantuan bagi para korban diluncurkan seminggu setelah badai melanda wilayah selatan dan tengah kepulauan itu pada 16 Desember. Badai itu menyebabkan 406 orang tewas dan ratusan ribu kehilangan tempat tinggal.
Kelompok-kelompok kemanusiaan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mendistribusikan paket makanan, air minum, tenda dan bahan untuk membangun kembali rumah. Namun skala bencana, kurangnya listrik dan komunikasi di beberapa daerah, serta menipisnya kas pemerintah pasca penanganan COVID-19 menghambat upaya penyaluran bantuan.
Lonjakan infeksi yang dipicu oleh Omicron juga memaksa pekerja bantuan ke dalam isolasi dan membuat perjalanan menjadi lebih sulit. “Hujan terus-menerus di wilayah itu menambah kesengsaraan. Kita berbicara tentang krisis di dalam krisis, kata Gonzalez.
Baca: Korban Tewas Tembus 375 Jiwa, Filipina Kerahkan Militer Bantu Korban Topan Rai
Sebuah kampanye PBB untuk mengumpulkan USD107,2 juta bantuan bagi para korban diluncurkan seminggu setelah badai melanda wilayah selatan dan tengah kepulauan itu pada 16 Desember. Badai itu menyebabkan 406 orang tewas dan ratusan ribu kehilangan tempat tinggal.
Kelompok-kelompok kemanusiaan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mendistribusikan paket makanan, air minum, tenda dan bahan untuk membangun kembali rumah. Namun skala bencana, kurangnya listrik dan komunikasi di beberapa daerah, serta menipisnya kas pemerintah pasca penanganan COVID-19 menghambat upaya penyaluran bantuan.
Lonjakan infeksi yang dipicu oleh Omicron juga memaksa pekerja bantuan ke dalam isolasi dan membuat perjalanan menjadi lebih sulit. “Hujan terus-menerus di wilayah itu menambah kesengsaraan. Kita berbicara tentang krisis di dalam krisis, kata Gonzalez.
Lihat Juga :