Setelah Petinggi Militer, Giliran Dokter Suriah Diadili di Jerman

Kamis, 20 Januari 2022 - 01:35 WIB
loading...
A A A
Berbicara di pengadilan, ayah dua anak, yang telah bekerja di beberapa rumah sakit Jerman, tidak membahas tuduhan itu tetapi mengakui bahwa dia telah bekerja di sebuah rumah sakit militer di Suriah.

Alaa M pindah ke Jerman pada tahun 2015 dan mulai berpraktik sebagai dokter. Ia diizinkan oleh otoritas Jerman untuk praktik kedokteran setelah mensertifikasi ulang kredensial medis Suriahnya.

Dia bekerja di sebuah klinik dekat Kassel di Jerman tengah di mana dia dikenali oleh warga Suriah yang melaporkannya ke pihak berwenang yang memicu penyelidikan dan akhirnya ditangkap pada tahun 2020.

Dalam surat perintah penangkapan yang diperpanjang pada Desember 2020, ia dituduh melakukan beberapa kejahatan termasuk sterilisasi paksa, menyiram alat kelamin remaja laki-laki dengan alkohol dan membakarnya, serta memukuli seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah. Alaa M juga dituduh sengaja membunuh seorang tahanan dengan menyuntik mereka dengan zat mematikan.

Persidangannya, dan persidangan lainnya di Jerman, telah diawasi dengan ketat oleh warga Suriah yang berusaha mencari keadilan atas pelanggaran hak asasi selama konflik di Suriah.

Baca juga: Anggota Keluarga Presiden Assad Akui Penggunaan Bom Barel di Perang Suriah

Pusat Eropa untuk Konstitusi dan Hak Asasi Manusia (ECCHR), yang berkontribusi pada penyelidikan terhadap Alaa M, mengatakan persidangan itu akhirnya dapat menjelaskan peran rumah sakit militer dalam sistem penyiksaan rezim Bashar al-Assad.

“Menjadi jelas betapa eratnya hubungan antara pekerjaan rumah sakit dan dokter dengan mereka yang berada di pusat penahanan dan penyiksaan,” kata Patrick Kroker dari badan hukum yang berbasis di Berlin itu.

“Juga belum diakui seberapa penting komitmen kekerasan seksual dalam program penyiksaan ini,” imbuhnya seperti dilansir dari The Independent, Kamis (20/1/2022).

Namun, pengacara asal Jerman itu mengatakan persidangan tidak akan pernah bisa mencapai keadilan penuh karena kejahatannya sangat mengerikan. Namun demikian, dia mengatakan itu adalah langkah maju yang signifikan.

Aktivis menyambut baik proses terbaru terhadap Alaa M tetapi mengkritik pengadilan Jerman karena tidak menyediakan penerjemah bahasa Arab untuk mereka yang menyaksikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Berita Terkini
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved