Setelah Petinggi Militer, Giliran Dokter Suriah Diadili di Jerman

Kamis, 20 Januari 2022 - 01:35 WIB
loading...
Setelah Petinggi Militer,...
Seorang dokter asal Suriah diadili Pengadilan Jerman atas dakwaan melakukan kejahatan kemanusiaan selama perang saudara. Foto/Reuters
A A A
BERLIN - Seorang dokter Suriah yang dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan karena menyiksa dan membunuh narapidana di fasilitas yang dikelola pemerintah Suriah diadili di pengadilan Jerman , Rabu (19/1/2022).

Proses hukum di pengadilan regional Frankfurt ini menandai persidangan pertama seorang dokter Suriah atas tuduhan penyiksaan dan kasus kedua di dunia tentang penyiksaan yang dilakukan oleh rezim Suriah.

Pekan lalu, sebuah pengadilan di kota Koblenz, Jerman, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang mantan perwira intelijen Suriah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Vonis ini dipuji oleh PBB sebagai lompatan penting untuk keadilan atas pelanggaran yang dilakukan selama perang saudara Suriah yang telah berlangsung selama satu dekade.

Baca juga: Petinggi Militer Rezim Assad Divonis Penjara Seumur Hidup

Hukum yurisdiksi universal Jerman mengizinkan pengadilannya untuk menuntut kejahatan terhadap kemanusiaan di mana pun hal itu terjadi.

Dalam kasus terbaru ini, jaksa federal Jerman mengatakan dokter, yang diidentifikasi hanya sebagai Alaa M, bekerja di penjara yang dikelola pemerintah yang dijalankan oleh dinas intelijen Suriah di Homs antara April 2011 dan akhir 2012, serta dua rumah sakit militer.

Dia didakwa dengan pembunuhan terhadap satu orang, penyiksaan dalam 18 kasus, dua tuduhan kekerasan seksual serta menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis yang serius pada orang lain, dan kejahatan lain termasuk satu yang menyebabkan kematian lainnya.

Jika terbukti bersalah, dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Namun Alaa M telah membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Sebut Assad Pahlawan, Maduro Yakin Suriah Bakal Menang Lawan Teroris
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved