Inggris Kirim Senjata Anti-Tank ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Selasa, 18 Januari 2022 - 08:21 WIB
loading...
Inggris Kirim Senjata...
Tentara menembakkan senjata anti-tank buatan Inggris. Foto/en.topwar.ru
A A A
LONDON - Inggris telah mulai memasok Ukraina dengan senjata anti-tank ringan baru untuk menanggapi perilaku yang semakin mengancam dari Rusia.

Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace mengumumkan hal itu pada parlemen, dalam laporan yang dilansir Reuters pada Selasa (18/1/2022).

Peningkatan dukungan militer terjadi ketika Rusia terus meningkatkan jumlah pasukannya dengan memindahkan tentara ke Belarusia yang berbatasan dengan Ukraina di utara, dan dianggap sebagai rute yang paling mungkin untuk invasi apa pun ke Ukraina.

Baca juga: Tantang Ancaman AS Soal Ukraina, Rusia Punya Skenario Khusus

“Kami telah mengambil keputusan untuk memasok Ukraina dengan sistem senjata pertahanan anti-lapis baja ringan,” ungkap Wallace kepada parlemen pada Senin (17/1/2022).

Baca juga: Drone Asing Intai 3 Fasilitas Nuklir, Swedia Tak Siap Hadapi Ancaman

Dia menambahkan bahwa “sejumlah kecil” pasukan Inggris akan memberikan pelatihan untuk membantu pasukan Ukraina menggunakannya.

Baca juga: Koalisi Saudi Gempur Yaman Habis-habisan setelah Houthi Serang Abu Dhabi

Menteri pertahanan bersikeras penjualan senjata dimaksudkan untuk defensif, meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengeluh tentang anggota NATO lainnya yang menjual senjata modern ke Ukraina.

Setelah Turki menjual drone anti-tank TB2 ke Ukraina, Putin berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menurut Kremlin, kesepakatan senjata Turki dan Ukraina itu provokatif.

“Biar saya perjelas: dukungan ini untuk kemampuan senjata jarak pendek dan jelas defensif; mereka bukan senjata strategis dan tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia; mereka gunakan untuk membela diri,” papar Wallace.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved