Hong Kong Larang Penerbangan Transit dari 150 Negara

Minggu, 16 Januari 2022 - 16:03 WIB
loading...
Hong Kong Larang Penerbangan...
Hong Kong Larang Penerbangan Transit dari 150 Negara. FOTO/Reuters
A A A
HONG KONG - Bandara Internasional Hong Kong menyatakan akan melarang penumpang transit dari 150 negara dan wilayah mulai Minggu (16/1/2022). Keputusan ini memperketat kontrol perjalanan dalam upaya membendung penyebaran varian omicron yang sangat menular.

Pihak berwenang juga mengatakan, bahwa mereka akan memperpanjang pembatasan jarak sosial, termasuk larangan makan di tempat setelah jam 6 sore, selama dua minggu lagi selama liburan Tahun Baru Imlek hingga 3 Februari. Acara berskala besar, seperti pameran Tahun Baru Imlek yang diadakan setiap tahun di Hongkong, akan dibatalkan.

Baca: Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman

Larangan transit dan perpanjangan aturan jarak diterapkan ketika kota itu bergulat dengan wabah virus corona, dengan sebagian besar kasus ditelusuri ke dua anggota awak Cathay Pacific yang telah melanggar aturan isolasi dan makan di restoran dan bar di kota sebelum pengujian.

Selama dua minggu terakhir, pihak berwenang telah mengunci beberapa bangunan tempat tinggal di seluruh kota dan menguji ribuan orang secara massal ketika mereka berusaha untuk membasmi infeksi omicron.

“Kami khawatir bahwa mungkin ada operator Hong Kong tanpa gejala yang masih tertinggal di komunitas,” kata pemimpin Hong Kong Carrie Lam saat konferensi pers Jumat (14/1/2022), seperti dikutip dari AP. “Jadi, penilaian kami atas dasar ini masih ada risiko wabah,” lanjutnya.

Baca: Tragedi di Balapan Hong Kong, 3 Joki Terluka dan 2 Kuda Mati
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Hong Kong Hukum Bos...
Hong Kong Hukum Bos Apple Daily Jimmy Lai 20 Tahun Penjara, Kritiknya Dicap Kolusi dengan Asing
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved