Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:44 WIB
loading...
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Jimly Lai, taipan pro-demokrasi Hong Kong divonis 20 tahun penjara. Foto/X/@RaymondArroyo
A A A
HONG KONG - Taipan media pro-demokrasi Hong Kong , Jimmy Lai, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena berkolusi dengan kekuatan asing berdasarkan undang-undang keamanan nasional kota yang kontroversial.

Pria berusia 78 tahun itu, yang divonis bersalah pada bulan Desember, adalah orang paling terkemuka yang didakwa berdasarkan undang-undang yang kontroversial tersebut. Undang-undang itu diperkenalkan oleh Tiongkok pada tahun 2020, sebagai tanggapan terhadap protes pro-demokrasi besar-besaran yang meletus di Hong Kong tahun sebelumnya.

Undang-undang tersebut mengkriminalisasi apa pun yang dianggap Beijing sebagai subversif atau separatis, mulai dari meneriakkan slogan hingga berpartisipasi dalam protes pro-demokrasi. Beijing mengatakan itu perlu untuk menjaga stabilitas di Hong Kong, tetapi para kritikus mengatakan itu secara efektif telah melarang perbedaan pendapat.

Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara

1. Dipuji sebagai Pahlawan

Melansir BBC, dipuji sebagai pahlawan oleh gerakan pro-demokrasi, Lai telah lama dipandang sebagai pengkhianat oleh otoritas Hong Kong dan Beijing. Ia muncul sebagai kritikus utama Tiongkok dan surat kabar Apple Daily miliknya menjadi platform bagi warga Hong Kong yang menginginkan lebih banyak kebebasan.

Ketika hukuman dibacakan di pengadilan pada hari Senin, Lai, yang telah ditahan sejak Desember 2020, tersenyum tenang dan mengangguk. Ia selalu membantah tuduhan terhadapnya, mengatakan bahwa ia telah memperjuangkan kebebasan yang diyakininya sebagai nilai-nilai Hong Kong.

Hong Kong mengatakan Lai telah diadili secara adil di bawah supremasi hukum, tetapi para kritikus mengatakan kasusnya menunjukkan bagaimana sistem hukum kota telah digunakan untuk membungkam oposisi politik.

Keluarganya telah menyuarakan kekhawatiran tentang kesehatannya yang memburuk selama penahanan. Pada bulan Agustus ini, putranya Sebastien mengatakan kepada BBC bahwa bahkan jika ayahnya - seorang warga negara Inggris - hanya mendapat hukuman lima tahun penjara, itu "praktis sama dengan hukuman mati."

Kelompok hak asasi manusia pada hari Senin juga mengkritik hukuman tersebut, mengatakan bahwa itu "pada dasarnya adalah hukuman mati" mengingat usia Lai.

Sebastien juga mengkritik Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer karena tidak mengamankan pembebasan Lai ketika ia mengunjungi China pada bulan Januari. "Nilai-nilai [yang dianut Inggris] sedang dikurung bersama ayah saya," katanya.


2. Pemberontak sejak Lahir

Lai menjadi salah satu kritikus paling keras terhadap negara China dan tokoh terkemuka yang memperjuangkan demokrasi di bekas wilayah Inggris tersebut.

"Saya adalah pemberontak sejak lahir," katanya kepada BBC dalam sebuah wawancara pada tahun 2020, beberapa jam sebelum ia didakwa. "Saya memiliki karakter yang sangat pemberontak."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Bersejarah! Prancis...
Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun
Rekomendasi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Berita Terkini
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved