Arab Saudi Bebaskan Putri Basmah, tapi Nasib Pangeran Mohammed bin Nayef Tak Jelas

Senin, 10 Januari 2022 - 10:19 WIB
loading...
A A A
Tahanan yang paling menonjol adalah Mohammed bin Nayef, mantan menteri dalam negeri yang digulingkan Pangeran MBS sebagai putra mahkota pada 2017 untuk mengeklaim gelar itu untuk dirinya sendiri.

Setelah pemecatannya, Mohammed bin Nayef dimasukkan ke dalam tahanan rumah hingga Maret 2020, ketika dia ditangkap dan ditahan.

Baca juga: Tiga Tahun Mendekam di Penjara, Putri Arab Saudi Dibebaskan

Pada awal penahanannya, Mohammed bin Nayef ditahan di sel isolasi, dilarang tidur dan digantung terbalik di pergelangan kakinya. Hal itu dipaparkan dua orang yang diberi pengarahan tentang situasinya, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah ini.

Musim gugur yang lalu, dia dipindahkan ke sebuah vila di dalam kompleks yang mengelilingi Istana Raja Al-Yamamah di Riyadh, tempat dia tinggal.

Mohammed bin Nayef ditahan sendirian tanpa televisi atau perangkat elektronik lainnya dan hanya menerima kunjungan terbatas dari keluarganya.

Dia diduga menderita kerusakan permanen pada pergelangan kakinya akibat perawatannya di tahanan dan tidak bisa berjalan tanpa tongkat.

Pemerintah belum mengajukan tuntutan resmi terhadapnya atau menjelaskan mengapa dia ditahan.

Sebagian besar pakar Arab Saudi berasumsi bahwa itu karena Pangeran MBS khawatir dia dapat menghalangi upayanya untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Laporan lain belum lama ini menyebut Pangeran Mohammed bin Nayef telah meninggal di penjara. Namun, laporan itu tidak bisa diverifikasi secara independen dan Kerajaan Arab Saudi juga tidak pernah mengomentari nasib mantan putra mahkota tersebut.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington tidak menanggapi permintaan komentar tentang Putri Basmah atau Mohammed bin Nayef.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved