Arab Saudi Bebaskan Putri Basmah, tapi Nasib Pangeran Mohammed bin Nayef Tak Jelas

Senin, 10 Januari 2022 - 10:19 WIB
loading...
Arab Saudi Bebaskan...
Putri Basmah binti Saud, bangsawan pengkritik pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah dibebaskan dari penjara setelah hampir tiga tahun ditahan. Foto/Chatham House
A A A
RIYADH - Arab Saudi telah membebaskan Putri Basmah binti Saud, seorang kritikus pemerintah yang dipenjara hampir tiga tahun. Namun, nasib para bangsawan lain yang ditahan tidak jelas terutama putra mahkota terguling Pangeran Mohammed bin Nayef.

Penasihat hukum keluarga Putri Basmah, Henri Estramant, mengonfirmasi bahwa kliennya bersama putrinya; Sohoud al-Sharif, sudah pulang ke rumah pada hari Kamis pekan lalu.

Baca juga: Gara-gara Alkohol dan Bioskop, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Dicap Yahudi

Meski sudah dibebaskan, masih belum jelas apakah kedua putri Saudi itu akan diizinkan bepergian ke luar negeri untuk perawatan medis.

Menurut Estramant, perawatan medis itu sangat dibutuhkan Putri Basmah untuk kondisi jantung karena fasilitas tersebut belum tersedia di Saudi.

Putri Basmah termasuk di antara sejumlah aktivis, pembangkang, dan anggota keluarga Kerajaan Saudi terkemuka yang dipenjara atau menjadi tahanan rumah selama kebangkitan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang telah mengkonsolidasikan cengkeramannya di kerajaan sejak ayahnya, Raja Salman, naik tahta pada tahun 2015.

Pangeran MBS, menurut New York Times, Senin (10/1/2022), adalah salah satu penguasa yang paling memecah belah dalam sejarah Saudi.

Dia telah mendapatkan pujian di dalam dan luar negeri karena melonggarkan pembatasan sosial dan berusaha mendiversifikasi ekonomi dari minyak.

Tetapi juga menandai kebangkitannya adalah intervensi militer yang membawa bencana di Yaman dan pengabaian terhadap hak asasi manusia (HAM), termasuk pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi oleh agen-agen Saudi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2018.

Penahanan tokoh-tokoh seperti Putri Basmah telah memicu kritik tersebut.

Beberapa tahanan telah dibebaskan, tetapi banyak yang terus dilarang bepergian ke luar negeri, tampaknya karena pemerintah khawatir mereka dapat mendiskusikan kasus mereka dengan jurnalis asing atau perwakilan dari pemerintah lain.

Sejumlah orang terkemuka, termasuk dua putra raja sebelumnya; Raja Abdullah, tetap ditahan. Hal itu diungkap rekan-rekan dari mereka yang ditahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Balas Dendam, Iran Klaim...
Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
MNCTV Buka Audisi KDI...
MNCTV Buka Audisi KDI 2026 dan DMD Panggung Rezeki di Klaten, Kesempatan Wujudkan Mimpi Jadi Bintang Dangdut
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved