Lama Menghilang, Bayi Pengungsi Afghanistan Ditemukan

Minggu, 09 Januari 2022 - 07:48 WIB
loading...
Lama Menghilang, Bayi...
Bayi pengungsi Afghanistan yang hilang saat dititipkan kepada tentara AS saat evakuasi yang kacau di Bandara Kabul berhasil ditemukan dan dipersatukan kembali dengan kerabatnya. Foto/New York Post
A A A
KABUL - Seorang bayi laki-laki pengungsi Afghanistan yang dikabarkan hilang dalam proses evakuasi Amerika Serikat (AS) yang kacau dipersatukan kembali dengan kerabatnya di Kabul, Afghanistan .

Bayi itu, Sohail Ahmadi, baru berusia dua bulan ketika ia hilang pada 19 Agustus ketika ribuan orang bergegas meninggalkan Afghanistan yang jatuh ke tangan Taliban.

Bayitersebut ternyata ditemukan oleh seorang sopir taksi bernama Hamid Safi (29) di bandara dan membawanya pulang untuk dibesarkan sebagai anaknya sendiri.

Setelah melakukan negosiasi selama tujuh minggu dan permohonan singkat, serta penahanan singkat oleh polisi Taliban , Safi akhirnya menyerahkan anak itu kembali ke kakeknya yang gembira dan kerabat lainnya yang masih ada di kabul.



Mereka mengatakan mereka sekarang akan berusaha agar dia bersatu kembali dengan orang tua dan saudara kandungnya yang dievakuasi beberapa bulan lalu ke Amerika Serikat.

Safi mengatakan menemukan Sohail sendiri dan menangis. Setelah ia tidak berhasil menemukan orang tua sang bayi, ia memutuskan untuk membawa pulang bayi itu dan menunjukkannya kepada istri dan anak-anaknya. Safi sendiri memiliki tiga putri dan mengatakan keinginan terbesar ibunya sebelum ia meninggal adalah memiliki seorang putra.

"Saya menjaga bayi ini. Jika keluarganya ditemukan, saya akan memberikannya kepada mereka. Jika tidak, saya akan membesarkannya sendiri," katanya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (9/1/2022).

Safi mengatakan bahwa ia membawanya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan dengan cepat memasukkan anak itu ke dalam anggota kelurganya. Mereka menamai bayi itu Mohammad Abed dan mempostingnya bersama anak-anaknya di Facebook.

Setelah berita Reuters tentang anak yang hilang tayang, beberapa tetangga Safi - yang telah melihat kepulangannya dari bandara beberapa bulan sebelumnya dengan seorang bayi - mengenali foto-foto itu dan memposting komentar tentang keberadaannya di versi terjemahan artikel tersebut.

Baca juga: Diserahkan ke Tentara AS Saat Kekacauan Bandara Kabul, Nasib Bayi Ini Tidak Diketahui

Orang tua sang bayi, Mirza Ali Ahmad, lantas meminta kerabatnya yang masih berada di Afghanistan untuk mencari Safi dan memintanya untuk mengembalikan Sohail ke keluarganya. Termasuk mertuanya Mohammad Qasem Razawi (67) yang tinggal di provinsi timur laut Badakhshan.

Razawi mengatakan dia melakukan perjalanan dua hari dua malam ke ibu kota membawa hadiah - termasuk domba yang disembelih, beberapa pon kenari dan pakaian - untuk Safi dan keluarganya.

Tapi Safi menolak untuk memberikan Sohail, bersikeras dia juga ingin dievakuasi dari Afghanistan bersama keluarganya. Saudara laki-laki Safi, yang dievakuasi ke California, mengatakan Safi dan keluarganya tidak memiliki aplikasi yang tertunda untuk masuk AS.

Keluarga bayi itu kemudian meminta bantuan Palang Merah, yang memiliki misi untuk membantu menghubungkan kembali orang-orang yang terpisah oleh krisis internasional, tetapi mengatakan mereka menerima sedikit informasi dari organisasi tersebut. Seorang juru bicara Palang Merah mengatakan tidak mengomentari kasus individu.

Merasa kehabisan pilihan, Razawi menghubungi polisi Taliban setempat untuk melaporkan penculikan. Safi mengatakan kepada Reuters bahwa dia membantah tuduhan kepada polisi dan mengatakan dia merawat bayi itu, bukan menculiknya.

Baca juga: Bersembunyi di Brasil, Hakim Perempuan Afghanistan Masih Takut Pada Ancaman Taliban

Pengaduan itu diselidiki dan dihentikan serta komandan polisi setempat mengatakan kepada Reuters bahwa dia membantu mengatur penyelesaian, termasuk perjanjian yang ditandatangani dengan cap jempol oleh kedua belah pihak. Razawi mengatakan keluarga bayi itu pada akhirnya setuju untuk memberikan kompensasi kepada Safi sekitar USD950 atau sekitar Rp13 juta untuk biaya merawatnya selama lima bulan.

"Kakek bayi itu mengadu kepada kami dan kami menemukan Hamid serta berdasarkan bukti yang kami miliki, kami mengenali bayi itu," kata Hamid Malang, kepala pengawas wilayah kantor polisi setempat.

“Dengan kesepakatan kedua belah pihak, bayi itu akan diserahkan kepada kakeknya,” katanya.

Di hadapan polisi, dan di tengah banyak air mata, bayi itu akhirnya dikembalikan ke kerabatnya. Razawi mengatakan Safi dan keluarganya sangat terpukul kehilangan Sohail.

Baca juga: Gadis Afghanistan Cover National Geographic Dievakuasi ke Italia

"Hamid dan istrinya menangis, saya juga menangis, tetapi meyakinkan mereka bahwa Anda berdua masih muda, Allah akan memberi Anda anak laki-laki. Bukan satu, tetapi beberapa. Saya berterima kasih kepada keduanya karena telah menyelamatkan anak ini dari bandara," kata Razawi.

Orang tua bayi itu mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sangat gembira karena mereka dapat melihat dengan mata kepala sendiri reuni itu melalui obrolan video.

"Ada perayaan tari, nyanyi," ujar Razawi. "Ini benar-benar seperti pernikahan," imbuhnya.

Kini Ahmadi dan istri serta anak-anaknya yang pada awal Desember bisa pindah dari pangkalan militer dan bermukim di sebuah apartemen di Michigan, berharap Sohail segera dibawa ke Amerika Serikat.

"Kita harus mengembalikan bayi itu kepada ibu dan ayahnya. Ini satu-satunya tanggung jawab saya," kata kakeknya. "Keinginan saya adalah dia harus kembali kepada mereka," pungkasnya.

Baca juga: Lebih dari 700 Pengungsi Afghanistan Tinggalkan Pangkalan AS Tanpa Keterangan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved