Puluhan Pengunjuk Rasa dan 12 Polisi Tewas di Kazakhstan, 1 Dipenggal

Kamis, 06 Januari 2022 - 16:59 WIB
loading...
Puluhan Pengunjuk Rasa...
Pasukan terlihat di alun-alun kota Kazakhstan setelah aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM berubah menjadi kerusuhan. Foto/Indian Express
A A A
NUR SULTAN - Pihak berwenang mengungkapkan puluhan pengunjuk rasa tewas di Kazakhstan dalam penyerangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan setidaknya 12 polisi tewas, termasuk satu yang ditemukan dipenggal.

Ada upaya untuk menyerbu gedung-gedung pemerintah semalam di kota terbesar di negara itu, Almaty.

"Puluhan penyerang dilumpuhkan," kata juru bicara polisi Saltanat Azirbek seperti dilansir dari AP, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Demonstran Kazakhstan Serbu Kantor Wali Kota, Berusaha Masuk Kediaman Presiden

Dia berbicara di saluran berita negara Khabar-24. Upaya yang dilaporkan untuk menyerbu gedung-gedung itu terjadi setelah kerusuhan yang meluas di kota itu pada hari Rabu, termasuk penyitaan gedung walikota, yang dibakar.



Saluran berita negara Khabar-24 mengutip kantor komandan kota yang mengatakan pada hari Kamis bahwa 353 petugas penegak hukum lainnya terluka selain 12 orang yang tewas.

Kazakhstan mengalami protes jalanan terburuk yang pernah dialami negara itu sejak memperoleh kemerdekaan tiga dekade lalu.

Sebuah aliansi militer yang dipimpin Rusia, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, pada Kamis pagi mengatakan bahwa mereka akan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Kazakhstan atas permintaan Presiden Kassym-Jomart Tokayev.

Baca juga: Kazakhstan Kacau Balau, Rusia Cs Siap Kirim Pasukan

Kazakhstan telah diguncang oleh meningkatnya aksi protes yang dimulai pada hari Minggu atas kenaikan tajam harga bahan bakar gas cair. Protes dimulai di barat negara itu tetapi menyebar ke Almaty dan ibu kota Nur-Sultan.

Pada awal tahun, harga gas yang disebut LPG naik sekitar dua kali lipat karena pemerintah menarik diri dari kontrol harga sebagai bagian dari upaya untuk beralih ke ekonomi pasar.

Pada hari Rabu, Tokayev berjanji untuk mengambil tindakan keras untuk memadamkan kerusuhan dan menyatakan keadaan darurat selama dua minggu untuk seluruh negeri, memperluas pengumuman sebelumnya yang hanya diperuntukan ibu kota Nur-Sultan dan kota terbesar Almaty yang memberlakukan jam malam dan pembatasan pergerakan ke dalam dan sekitar wilayah perkotaan.

Setelah demonstrasi menyebar ke Nur-Sultan dan Almaty, kabinet pemerintah mengumumkan pengunduran dirinya. Namun Tokayev mengatakan para menteri akan tetap dalam peran mereka sampai Kabinet baru terbentuk, sehingga tidak pasti apakah pengunduran diri akan berdampak signifikan.

Baca juga: Diguncang Demonstrasi Tolak Kenaikan BBM, Kabinet Pemerintah Kazakhstan Mengundurkan Diri

Meskipun aksi protes dimulai oleh kenaikan harga bahan bakar, namun ukuran dan cepatnya menyebar aksi protes menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintah yang berada di bawah kekuasaan partai yang sama sejak merdeka dari Uni Soviet pada tahun 1991.

Selain itu, aksi protes ini tidak ada yang memimpin dan isu yang diangkat pun tidak seragam. Sebagian demonstran meneriakkan "orang tua pergi", merujuk pada Nursultan Nazarbayev, presiden pertama negara itu yang terus memiliki pengaruh besar setelah pengunduran dirinya pada 2019.

Nazarbayev mendominasi politik Kazakhstan dan pemerintahannya ditandai oleh kultus kepribadian yang moderat. Kritikus mengatakan dia secara efektif melembagakan sistem klan di pemerintahan.

Tokayev mengklaim kerusuhan itu dipimpin oleh "kelompok teroris" yang telah menerima bantuan dari negara lain yang tidak disebutkan namanya.

Baca juga: AS Sangkal Dalangi Kekacauan yang Guncang Kazakhstan

Kazakhstan, negara terbesar kesembilan di dunia, berbatasan dengan Rusia di utara dan China di timur. Negara ini memiliki cadangan minyak yang luas yang menjadikannya penting secara strategis dan ekonomi.

Terlepas dari cadangan dan kekayaan mineral itu, ketidakpuasan atas kondisi kehidupan yang buruk masih kuat di beberapa bagian negara. Banyak orang Kazakh juga kesal dengan dominasi partai yang berkuasa, yang memegang lebih dari 80% kursi di parlemen.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved