PM Jepang: 2022 Akan Jadi Tahun Puncak Diplomasi
Minggu, 02 Januari 2022 - 00:37 WIB
loading...
PM Jepang Fumio Kishida, 2022 Akan Jadi Tahun Puncak Diplomasi. FOTO/Reuters
A
A
A
TOKYO - Perdana Menteri Jepang , Fumio Kishida mengatakan, bahwa ia akan memfokuskan kembali upayanya pada kebijakan luar negeri dan berjanji menjadikan 2022 sebagai tahun diplomasi . Hal itu ia ungkapkan dalam pernyataan Tahun Baru.
"Penanganan masalah diplomatik dan keamanan yang cekatan dan pembentukan pemerintahan yang stabil sangat penting, karena situasi internasional di sekitar kita menjadi semakin sulit dan kompleks," kata Kishida, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/1/2022).
Baca: Terungkap, Kapal Induk China Didekati Kapal Induk Jepang saat Latihan Perang
Dia menambahkan bahwa penekanan kuat pada cita-cita universal, serta upaya untuk menyelesaikan masalah global dan melindungi kehidupan rakyat akan menjadi tiga prinsip panduan dari apa yang disebutnya "diplomasi realisme untuk era baru".
Kishida, seorang mantan Menteri Luar Negeri yang menjabat sebagai Perdana Menteri pada bulan Oktober, membanggakan dirinya dalam keterampilan diplomatik. Kishida telah berbicara tentang harapannya untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedini mungkin.
"Penanganan masalah diplomatik dan keamanan yang cekatan dan pembentukan pemerintahan yang stabil sangat penting, karena situasi internasional di sekitar kita menjadi semakin sulit dan kompleks," kata Kishida, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/1/2022).
Baca: Terungkap, Kapal Induk China Didekati Kapal Induk Jepang saat Latihan Perang
Dia menambahkan bahwa penekanan kuat pada cita-cita universal, serta upaya untuk menyelesaikan masalah global dan melindungi kehidupan rakyat akan menjadi tiga prinsip panduan dari apa yang disebutnya "diplomasi realisme untuk era baru".
Kishida, seorang mantan Menteri Luar Negeri yang menjabat sebagai Perdana Menteri pada bulan Oktober, membanggakan dirinya dalam keterampilan diplomatik. Kishida telah berbicara tentang harapannya untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedini mungkin.
Lihat Juga :