Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:20 WIB
loading...
Jepang Bentuk Badan...
Jepang bentuk badan intelijen baru untuk pertama kalinya. Foto/X
A A A
TOKYO - Jepang sedang mendirikan badan intelijen terpusat pertamanya sejak Perang Dunia II untuk mencoba memodernisasi kemampuan pertahanannya terhadap mata-mata, campur tangan asing, dan serangan lain dari musuh asing.

Rancangan undang-undang untuk mendirikan badan baru tersebut disahkan oleh majelis tinggi Parlemen Nasional Jepang pada bulan Mei, sebulan setelah disahkan oleh majelis rendah.

Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya

1. Melepaskan Diri dari Ketergantungan dari AS

Setelah puluhan tahun bergantung pada dukungan intelijen AS dan setelah sikap pasifis diabadikan dalam Konstitusi Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi menggambarkan undang-undang ini sebagai "langkah pertama" menuju penguatan kemampuan spionase negara.

Undang-undang tersebut menciptakan dua badan: Dewan Intelijen Nasional yang akan bertindak sebagai pusat komando pemerintah untuk pengumpulan dan analisis intelijen dan sebuah badan untuk operasi. Reformasi ini mengubah Kantor Intelijen dan Penelitian Kabinet (CIRO) yang ada menjadi Dewan Intelijen Nasional dan Biro Intelijen Nasional yang terpusat.



Takaichi memang tidak sedang membangun Badan Intelijen Pusat AS, tetapi The New York Times melaporkan bahwa sekutu Barat, termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Australia, sedang memberi nasihat kepada pemerintah Jepang tentang pembentukan badan intelijen baru tersebut.

2. Jadikan Intelijen sebagai Syarat Membuat Kebijakan

Ken Kotani, profesor di Universitas Nihon, mengatakan ia percaya bahwa Dewan Intelijen Nasional dan model badan intelijen nasional Jepang yang baru akan orisinal bagi Jepang.

Sanshiro Hosaka, seorang peneliti di Pusat Pertahanan dan Keamanan Internasional yang berbasis di Estonia, mengatakan reformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelijen pemerintah Jepang “dengan memperkuat koordinasi, mengurangi hambatan antarlembaga, dan memastikan bahwa produk intelijen lebih memenuhi persyaratan para pembuat kebijakan”.

3. Ancaman Musuh Menguat

Tokyo mengatakan bahwa mereka menghadapi ancaman dari sejumlah negara tetangga seperti Korea Utara, Rusia, dan Tiongkok, dan badan intelijen nasional diperlukan untuk melawan upaya mereka.

Kotani menjelaskan bahwa kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Jepang mengikuti AS selama periode Perang Dingin. Namun, ia mencatat bahwa “baru-baru ini Jepang secara bertahap mengejar kebijakannya sendiri, terutama pada masa pemerintahan Trump.”

Presiden AS Donald Trump berulang kali menuduh sekutu Washington tidak cukup berinvestasi dalam pertahanan mereka sendiri dan terlalu bergantung pada bantuan Amerika. Ia mempertanyakan aliansi AS dan bersikap ambivalen tentang apakah militer terkuat di dunia akan membela negara-negara kecil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei 90% Telah Lenyap
Rekomendasi
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Berita Terkini
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Infografis
Ukraina Buka Pintu untuk...
Ukraina Buka Pintu untuk Tentara NATO, Picu Perang Dunia III?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved