Bersikap Rasis Terhadap Perampok Rumahnya, Hakim AS Mengundurkan Diri

Sabtu, 01 Januari 2022 - 19:33 WIB
loading...
Bersikap Rasis Terhadap...
Seorang hakim AS mengundurkan diri setelah mengeluarkan pernyataan rasis terhadap perampok rumahnya. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Seorang hakim Amerika Serikat (AS) yang tertangkap menggunakan kata-kata Negro untuk menggambarkan seorang pencuri kulit hitam yang mencoba membobol mobilnya mengundurkan diri dan meminta maaf atas komentarnya.

Hakim Pengadilan Kota Louisiana, Michelle Odinet, mengundurkan diri dari posisinya pada hari Jumat dan meminta pengampunan. Itu dilakukannya setelah dia tertangkap kamera dengan keluarganya membuat pernyataan rasis terhadap tersangka perampokan sambil menonton rekaman pengawasan kejahatan.

Dalam surat pengunduran dirinya, Odinet mengatakan dia bertanggung jawab penuh atas kata-kata menyakitkan yang digunakannya untuk menggambarkan individu yang merampok kendaraan di rumahnya.

Baca juga: Rasis, Israel Latih Polisi Panama Menembak dengan Target Gambar Orang Arab

“Saya minta maaf atas rasa sakit yang saya timbulkan pada komunitas saya dan meminta maaf kepada Anda, karena kata-kata saya tidak menumbuhkan kepercayaan dan integritas publik terhadap peradilan,” katanya seperti dikutip dari RT, Sabtu (1/1/2022).

"Odinet memahami bahwa ini adalah akhir dari pelayanan publiknya, tetapi hanya awal dari apa yang perlu dia lakukan untuk mendapatkan pengampunan dari masyarakat,” ucap pengacaranya, Dane Ciolino, dalam sebuah pernyataan kepada surat kabar The Advocate.

Hakim itu sempat mengambil cuti pada bulan Desember lalu setelah rekaman yang menangkap komentar rasisnya menjadi viral secara online.

Baca juga: Rasis, Sistem AI Facebook Pasang Label 'Primata' di Video Pria Kulit Hitam

“Kami memiliki n**! Itu adalah**! Seperti kecoak,” kata Odinet dalam video tersebut, sebelum tertawa.

Setelah video itu menjadi viral, Odinet mengklaim kondisi mentalnya pada saat itu rapuh dan dia tidak bisa tidur akibat perampokan yang menakutkan. Karena itu, Odinet mengatakan dia diberi obat penenang pada saat video dan tidak ingat tentang "bahasa yang mengganggu" yang digunakan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Berita Terkini
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved