Demonstran di Amerika Serikat Tuntut Reformasi Kepolisian
Selasa, 09 Juni 2020 - 11:09 WIB
loading...
Seorang demonstran berhadapan dengan pasukan polisi dan tentara yang melemparkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di Seattle, Washington, Amerika Serikat, kemarin. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Demonstrasi di Amerika Serikat (AS) kini menyerukan reformasi di organisasi kepolisian yang menyebabkan kematian George Floyd, warga kulit hitam. Mereka juga menyerukan agar rasisme segera dihapus di segala lini kehidupan warga AS.
Demonstrasi yang telah berlangsung selama dua pekan di AS itu menjadi magnet untuk menuntut perubahan di AS yang lebih baik dalam hal rasisme. Kini, sebagian besar demonstrasi tidak disertai dengan kekerasan dan sangat kontras dengan aksi sebelumnya.
“Saya memiliki banyak keluarga yang bekerja di kepolisian. Saya yakin dengan kepolisian,” kata pensiunan Angkatan Udara AS Nikky Williams, dilansir Reuters. “Saya berpikir kalau reformasi akan segera terwujud,” ujarnya. (Baca: Melalui Media, China, Rusia, dan Iran Tertawakan Demo Antirasis di AS)
Tuntutan demonstran itu langsung direspons Dewan Kota Minneapolis, AS. Mereka berjanji merombak departemen kepolisian setempat, sebuah langkah penting di tengah protes nasional. Sembilan dari 13 anggota dewan mengatakan konsep baru tentang keselamatan publik akan digodok di sebuah kota yang para penegak hukumnya dituduh melakukan aksi rasisme.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey sebelumnya menentang langkah itu sehingga sempat menuai kritik. Para aktivis, yang selama bertahun-tahun mengampanyekan langkah semacam itu, menyebutnya sebagai sebuah titik balik. Namun demikian, sejumlah pihak menganggap langkah ini bakal menjadi perdebatan panjang dan rumit.
“Jelas, sistem kepolisian dan keamanan publik kami saat ini tidak menjaga keamanan komunitas kami," kata Presiden Dewan Minneapolis, Lisa Bender, dilansir BBC. "Berbagai upaya yang kami lakukan telah gagal,” katanya.
Demonstrasi yang telah berlangsung selama dua pekan di AS itu menjadi magnet untuk menuntut perubahan di AS yang lebih baik dalam hal rasisme. Kini, sebagian besar demonstrasi tidak disertai dengan kekerasan dan sangat kontras dengan aksi sebelumnya.
“Saya memiliki banyak keluarga yang bekerja di kepolisian. Saya yakin dengan kepolisian,” kata pensiunan Angkatan Udara AS Nikky Williams, dilansir Reuters. “Saya berpikir kalau reformasi akan segera terwujud,” ujarnya. (Baca: Melalui Media, China, Rusia, dan Iran Tertawakan Demo Antirasis di AS)
Tuntutan demonstran itu langsung direspons Dewan Kota Minneapolis, AS. Mereka berjanji merombak departemen kepolisian setempat, sebuah langkah penting di tengah protes nasional. Sembilan dari 13 anggota dewan mengatakan konsep baru tentang keselamatan publik akan digodok di sebuah kota yang para penegak hukumnya dituduh melakukan aksi rasisme.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey sebelumnya menentang langkah itu sehingga sempat menuai kritik. Para aktivis, yang selama bertahun-tahun mengampanyekan langkah semacam itu, menyebutnya sebagai sebuah titik balik. Namun demikian, sejumlah pihak menganggap langkah ini bakal menjadi perdebatan panjang dan rumit.
“Jelas, sistem kepolisian dan keamanan publik kami saat ini tidak menjaga keamanan komunitas kami," kata Presiden Dewan Minneapolis, Lisa Bender, dilansir BBC. "Berbagai upaya yang kami lakukan telah gagal,” katanya.
Lihat Juga :