Diplomatnya Diusir, Rusia Bersumpah Balas Langkah Tak Bersahabat Jerman

Kamis, 16 Desember 2021 - 04:07 WIB
loading...
Diplomatnya Diusir, Rusia Bersumpah Balas Langkah Tak Bersahabat Jerman
Rusia bersumpah akan membalas Jerman setelah dua diplomatnya diusir. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Kedutaan Besar Rusia di Jerman mengecam keputusan Berlin untuk mengusir dua diplomat atas pembunuhan seorang separatis Chechnya. Menggambarkan keputusan itu sebagai langkah yang jelas-jelas tidak bersahabat, Moskow telah berusmpah untuk merespons keputusan itu dalam waktu dekat.

Misi diplomatik Rusia telah mengajukan protes keras sebagai tanggapan atas keputusan Kementerian Luar Negeri Jerman. Diplomat Rusia menyebut langkah itu tidak beralasan.

"Langkah yang jelas tidak ramah tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan yang tepat, untuk diikuti dalam waktu dekat," kata Kedutaan Besar Rusia seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (16/12/2021).

Baca juga: Agresi Rusia di Perbatasan Ukraina, Merkel: Uni Eropa Harus Sanksi Moskow

Situasi itu terjadi ketika Berlin mengalami transisi kekuasaan, dengan pemimpin lama Angela Merkel lengser setelah 16 tahun menjabat.

Sebelumnya pada hari Rabu, pengadilan Jerman menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang warga negara Rusia. Pria yang diidentifikasi sebagai Vadim Krasikov dinyatakan bersalah membunuh seorang separatis Chechnya, Zelimkhan Khangoshvili, di Berlin pada 2019.

Krasikov diduga beroperasi dengan nama palsu. Menurut jaksa Jerman, Krasikov telah dikirim oleh dinas keamanan Rusia (FSB) sesuatu yang telah berulang kali dibantah oleh Kremlin.

Baca juga: Putin Ingin Segera Negosiasi dengan AS dan NATO Soal Jaminan Keamanan

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan bahwa Duta Besar Rusia Sergey Nechaev telah dipanggil terkait kasus tersebut. Dia diberitahu bahwa para diplomat telah diusir sebagai tanggapan atas apa yang disebut Jerman sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatannya.

Nechaev sendiri mengecam putusan itu dengan menyebutnya mempunyai motivasi politik dan bias.
(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2374 seconds (10.101#12.26)