Dampak Krisis Corona, Dunia Terancam Kelaparan

Kamis, 23 April 2020 - 06:45 WIB
loading...
Dampak Krisis Corona,...
Seorang pekerja Program Pangan Dunia (WFP) mengatur paket bantuan di sebuah gudang yangditunjuk oleh PBB untuk bantuan kemanusiaan bagi Afrika guna memerangi wabah penyakitcoronavirus(Covid-19), di Bandara Internasional Bole di Addis Ababa, Etiopia, Selas
A A A
NEW YORK - Badan Program Pandangan Dunia (WFP) menyatakan dunia terancam mengalami bencana kelaparan berskala besar akibat pandemi virus corona. Lebih dari 30 negara berkembang akan mengalami musibah kelaparan.

“Kita tidak sedang berbicara tentang orang ke tempat tidur dalam kondisi lapar,” kata Direktur Eksekutif WFP David Beasley kepada Guardian kemarin. “Kita sedang menghadapi kondisi ekstrem, status darurat di mana banyak orang di ambang kelaparan. Jika kita tidak mendapatkan makanan untuk masyarakat, mereka akan meninggal dunia,” katanya.

Covid-19 telah menyebar ke negara berkembang. Padahal, mereka tidak memiliki sistem kesehatan yang baik sehingga pandemi itu bisa menyebabkan bencana kelaparan. “Itu bukan sekadar pandemi, itu bisa menciptakan pandemi kelaparan,” kata Beasley.

Aksi cepat diperlukan untuk menghindari bencana tersebut. Laporan WFP menyebutkan bahwa jumlah orang yang menderita akibat kelaparan bisa melonjak dari 135 juta jiwa menjadi 250 juta jiwa. “Orang-orang yang paling terpapar risiko kelaparan berada di 10 negara yang tengah mengalami konflik, krisis ekonomi, dan perubahan iklim,” kata Beasley.

Jutaan orang di dunia bergantung pada bantuan makanan agar terhindar dari kelaparan. Berbicara di depan para delegasi Dewan Keamanan PBB dalam konferensi melalui tayangan video, Beasley mengatakan bahwa dunia harus "bertindak bijak dan cepat beraksi". "Kita dapat menghadapi sejumlah bencana kelaparan dalam skala seperti kisah Alkitab dalam beberapa bulan mendatang. Kenyataannya, waktu tidak berpihak pada kita,” katanya. Beasly percaya bahwa dengan keahlian dan kemitraan bisa mengumpulkan tim dan program yang diperlukan guna memastikan pandemi Covid-19 tidak menjadi bencana kemanusiaan dan krisis makanan.

Dia juga meminta para pemimpin dunia bergerak cepat untuk mengatasi situasi saat ini. Dia menyarankan perlunya negara-negara memberikan bantuan senilai USD2 miliar di mana USD350 juta digunakan untuk suplai makanan dan peralatan medis.

"Saya bisa mengatakan pada 2020 bisa menjadi tahun yang buruk setelah Perang Dunia II. Kita memprediksi krisis kelaparan bisa terjadi akhir tahun ini," kata Beasley. Pada awal tahun ini, 70 juta orang akan mengalami bencana kelaparan. Dengan krisis Covid-19, dia memprediksi sebanyak 265 juta orang di seluruh dunia terancam bencana kelaparan.

Tahun lalu, WFP membantu 100 juta orang yang mengalami kelaparan dengan anggaran USD7,5 miliar. "Saya berharap anggaran tersebut bisa ditingkatkan dua kali lipat," katanya.

Dalam laporan yang dilansir BBC, pemaparan WFP yang tercantum dalam Laporan Krisis Makanan Dunia menyoroti Yaman, Republik Demokratik Kongo, Afghanistan, Venezuela, Etiopia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah, Nigeria, dan Haiti. Di Sudan Selatan, seperti dijabarkan laporan tahunan tersebut, 61% penduduknya terdampak krisis makanan tahun lalu. Bahkan, sebelum wabah virus korona berlangsung, sebagian wilayah Afrika Timur dan Asia Selatan telah mengalami kekurangan makanan yang parah akibat kekeringan dan wabah serangga terparah sejak puluhan tahun terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
1,6 Juta Orang Masih...
1,6 Juta Orang Masih Hadapi Kelaparan Tingkat Krisis di Gaza
Krisis Kelaparan di...
Krisis Kelaparan di Gaza Memburuk Akibat Blokade Israel Meskipun Gencatan Senjata
Warga Palestina Menderita...
Warga Palestina Menderita Kelaparan di Gaza Meskipun Ada Gencatan Senjata
Tragedi Kelaparan Melanda...
Tragedi Kelaparan Melanda El-Fasher usai Jadi Medan Pembantaian Massal RSF
Korban Tewas Akibat...
Korban Tewas Akibat Kelaparan di Gaza Meningkat Jadi 367 Orang, Termasuk 131 Anak-Anak
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Ini Isi Surat Trump...
Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi
Rekomendasi
Jadi Trendsetter, GelangRp1...
Jadi Trendsetter, GelangRp1 Jutaan yang Dipakai Putri Charlotte di Wimbledon Langsung Diburu
Pendaftaran Magang Nasional...
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Berita Terkini
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved