Xi Jinping Janji Tak Tindas Negara Lain, tapi China Usik Indonesia di Natuna

Senin, 13 Desember 2021 - 12:33 WIB
loading...
Xi Jinping Janji Tak...
Presiden Xi Jinping janji bahwa China tak tindas negara lain di Asia Tenggara. Namun, China baru-baru ini mengusik latihan militer dan pengeboran minyak Indonesia di Natuna. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - China mengusik eksplorasi minyak dan gas Indonesia di Laut Natuna Utara dengan dalih itu adalah wilayahnya. Beijing juga melakukan hal yang sama terhadap Malaysia di perairannya di Laut China Selatan.

Sikap Beijing itu bertolak belakang dengan janji Presiden Xi Jinping pada bulan lalu bahwa China tidak mencari hegemoni dan tidak akan menindas tetangganya di Asia Tenggara.

Baca juga: Xi Jinping pada ASEAN: China Tak Cari Hegemoni untuk Ganggu Negara Lain

Ketika kata-kata itu keluar dari bibir Xi Jinping, kapal Coast Guard China melakukan hal yang sebaliknya.

Kuala Lumpur telah memanggil utusan China dua kali tahun ini untuk memprotes "campur tangan" Beijing dengan upayanya untuk mensurvei perairan Malaysia untuk gas dan minyak.

Sedangkan terhadap Indonesia, Beijing juga memprotes dan meminta Jakarta untuk menghentikan pengeboran minyak dan gas di dekat Kepulauan Natuna dengan alasan itu berada di dalam wilayah yang diklaim China. Beijing kemudian mengirim kapal survei yang ditemani oleh kapal Coast Guard dan Angkatan Laut.

Lembaga think-tank Asian Maritime Transparency Initiative (AMTI) yang berbasis di Washington mengatakan kapal eksplorasi yang beroperasi di perairan Malaysia telah lama menjadi sasaran taktik pemaksaan semacam itu. Namun Beijing tahun ini mulai memperluas taktiknya ke perairan Indonesia.

Analis AMTI, Gregory Poling, mengatakan Beijing telah menjadi "semakin berani" selama setahun terakhir setelah menyelesaikan benteng pulau bersenjatanya di Kepulauan Spratly. Kepulauan itu bertindak sebagai landasan peluncuran untuk milisi nelayan, Coast Guard, dan Angkatan Laut-nya jauh ke Laut China Selatan bagian selatan.

Sekarang Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengunjungi negara-negara Asia Tenggara—termasuk akan ke Indonesia sesuai yang direncanakan—dalam upaya untuk menyatukan oposisi terhadap “intimidasi” China dan membahas perjanjian ekonomi Indo-Pasifik baru yang dipimpin AS.

Laut China Selatan telah menjadi medan pertempuran karena China berusaha mengamankan pusat perikanan, perdagangan, dan energi yang strategis.

Beijing mengeklaim 85 persen laut di bawah klaim peta kunonya "9 Dash Line" yang dibuat pada 1940-an. Upaya untuk membenarkan klaim China berdasarkan "kepemilikan historis" ditolak oleh pengadilan arbitrase internasional.

Beijing mengabaikan putusan pengadilan itu, bersikeras tidak ada pengadilan selain pengadilan China yang memiliki yurisdiksi atas laut.

Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Taiwan telah lama menuduh Beijing menggunakan kapal-kapal milisi nelayan paramiliter untuk menegakkan klaimnya atas sebagian besar wilayah Laut China Selatan. Semua negara itu juga memiliki upaya untuk memanfaatkan cadangan minyak dan gas di perairan mereka yang ditentang China secara agresif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
Jennie BLACKPINK Bawakan...
Jennie BLACKPINK Bawakan Lagu Baru di Governors Ball 2026, Comeback Solo?
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Keponakan Bupati Muara...
Keponakan Bupati Muara Enim Ikut Jadi Tersangka dalam OTT KPK
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved