Ancaman Meningkat, Jepang Tegaskan Ingin Gempur Pangkalan Musuh

Selasa, 07 Desember 2021 - 07:43 WIB
loading...
Ancaman Meningkat, Jepang...
Pasukan Bela Diri Darat Jepang menggelar latihan di dekat Gunung Fuji, Jepang. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Jepang sedang mencari cara meningkatkan postur pertahanannya, termasuk mendapatkan kemampuan menyerang "pangkalan musuh." Keinginan ini ditegaskan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida pada Senin (6/12/2021).

Sikap Jepang ini menandakan potensi pergeseran formal dari sikap pasifis negara itu pasca-Perang Dunia II.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida saat dia berbicara kepada parlemen selama pembukaan sesi sidang luar biasa.

Baca juga: S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah

Pertemuan di parlemen itu diadakan untuk memperdebatkan pengeluaran tambahan untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Badan Intelijen Paling Ditakuti di Dunia, Nomor 1 Jumlah Agennya Terbanyak

“Untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat, kami akan memeriksa semua opsi termasuk kemampuan menyerang pangkalan musuh … dan memperkuat postur pertahanan kami secara fundamental dengan kecepatan,” ujar Kishida, dilansir RT.com pada Senin (6/12/2021).

Baca juga: Rusia Kirim Tank Baru ke Pangkalan di Tajikistan, Latihan Pertahanan Rudal

PM mengeluarkan pernyataan serupa pekan lalu, ketika dia menghadiri peninjauan pangkalan Pasukan Bela Diri (SDF) dan bahkan mengendarai tank selama acara tersebut.

“Mendapatkan kemampuan serangan untuk menargetkan pangkalan musuh mungkin diperlukan karena Tokyo tidak dapat mengabaikan perkembangan (Korea Utara) baru-baru ini dan peningkatan teknologi baru seperti senjata luncur hipersonik dan rudal dengan orbit tidak teratur,” ungkap dia saat itu.

“Upaya sepihak China untuk mengubah status quo serta peningkatan militernya yang dilakukan tanpa transparansi yang memadai juga menyangkut Tokyo,” tutur dia.

Memperoleh kemampuan serangan luar negeri telah diperdebatkan di Jepang selama bertahun-tahun, tetapi kemungkinan bertentangan dengan konstitusi negara itu, yang dirancang setelah kekalahan militer Jepang selama Perang Dunia II.

Pasal 9 konstitusi menetapkan bahwa "rakyat Jepang selamanya meninggalkan perang sebagai hak kedaulatan bangsa" serta menolak menggunakan kekuatan atau ancaman di bidang internasional.

Sejalan dengan sikap pasifis ini, negara hanya diperbolehkan mempertahankan kekuatan bela diri dengan kemampuan terbatas, yang digunakan untuk pertahanan tanah air.

Namun pada kenyataannya, Pasukan Bela Diri Jepang telah tumbuh menjadi militer yang lengkap, dengan semua cabang utama yang dilengkapi perangkat keras modern.

Negara ini memiliki hampir 250.000 tentara aktif, serta armada besar pesawat tempur dan kapal angkatan laut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Lifter Uganda Kabur...
Lifter Uganda Kabur dari Hotel karena Ingin Bekerja di Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved