Aparat Myanmar Tabrakkan Mobil ke Kerumunan Demonstran, 5 Tewas
Minggu, 05 Desember 2021 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dua saksi mata, sebuah mobil sipil yang diduduki oleh tentara menabrak massa dari belakang. Mobil ini mengikuti pengunjuk rasa yang tersebar, menangkap, dan memukuli mereka. Beberapa demonstran terluka parah dengan luka di kepala dan tidak sadarkan diri, menurut para saksi.
Baca: Militer Myanmar Dituduh Kerahkan Helikopter untuk Serang Warga Sipil
Saksi mata lain menceritakan, beberapa orang membawa spanduk untuk mendukung Aung San Suu Kyi. Mereka dipukul dan dibaringkan di tanah saat yang lain melarikan diri dari tempat kejadian. "Kemudian tentara melompat keluar dari mobil dan mulai menembak," tambahnya.
Seorang juru bicara junta yang berkuasa tidak menjawab telepon saat dimintai komentar mengenai insiden ini. Myanmar terus bergejolak, setelah junta militer mengambil kekuasaan di negeri itu. Militer sendiri mengaku melakukan kudeta karena pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi dicurangi.
Komisi pemilihan telah menolak pernyataan itu. Perang dengan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan terpencil di utara dan timur telah meningkat secara signifikan sejak kudeta, menggusur puluhan ribu warga sipil, menurut perkiraan PBB.
Baca: Militer Myanmar Dituduh Kerahkan Helikopter untuk Serang Warga Sipil
Saksi mata lain menceritakan, beberapa orang membawa spanduk untuk mendukung Aung San Suu Kyi. Mereka dipukul dan dibaringkan di tanah saat yang lain melarikan diri dari tempat kejadian. "Kemudian tentara melompat keluar dari mobil dan mulai menembak," tambahnya.
Seorang juru bicara junta yang berkuasa tidak menjawab telepon saat dimintai komentar mengenai insiden ini. Myanmar terus bergejolak, setelah junta militer mengambil kekuasaan di negeri itu. Militer sendiri mengaku melakukan kudeta karena pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi dicurangi.
Komisi pemilihan telah menolak pernyataan itu. Perang dengan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan terpencil di utara dan timur telah meningkat secara signifikan sejak kudeta, menggusur puluhan ribu warga sipil, menurut perkiraan PBB.
(esn)
Lihat Juga :