Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Sabtu, 04 Desember 2021 - 21:34 WIB
loading...
Presiden AS Joe Biden. Foto/Japantimes
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah berjanji untuk mengadakan pembicaraan yang panjang dengan koleganya dari Rusia , Vladimir Putin terkait masalah Ukraina . Meski begitu, ia tidak akan menerima peringatan tentang "garis merah" dari Moskow.
“Kami sudah lama mengetahui tindakan Rusia (mengenai Ukraina) dan harapan saya adalah kami akan berdiskusi panjang dengan Putin,” kata Biden pada Jumat malam saat dia berangkat ke Camp David.
“Saya tidak menerima garis merah siapa pun,” tambah presiden itu dengan jelas merujuk pada posisi yang ditegaskan kembali Moskow awal pekan ini ketika beberapa publikasi Barat menyebut pertikaian militer di Ukraina sudah dekat seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (4/12/2021).
Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Rusia kembali mengklaim NATO telah memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan bergerak "satu inci" lebih jauh ke timur pada akhir Perang Dingin. Terlepas dari janji itu, ia terus berkembang, mencakup negara-negara anggota baru yang semakin dekat dengan perbatasan Rusia, dengan Ukraina berulang kali menyatakan minatnya untuk bergabung dengan blok itu dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Ukraina: Rusia Mungkin Luncurkan Serangan Besar pada Januari
“Kami sudah lama mengetahui tindakan Rusia (mengenai Ukraina) dan harapan saya adalah kami akan berdiskusi panjang dengan Putin,” kata Biden pada Jumat malam saat dia berangkat ke Camp David.
“Saya tidak menerima garis merah siapa pun,” tambah presiden itu dengan jelas merujuk pada posisi yang ditegaskan kembali Moskow awal pekan ini ketika beberapa publikasi Barat menyebut pertikaian militer di Ukraina sudah dekat seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (4/12/2021).
Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Rusia kembali mengklaim NATO telah memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan bergerak "satu inci" lebih jauh ke timur pada akhir Perang Dingin. Terlepas dari janji itu, ia terus berkembang, mencakup negara-negara anggota baru yang semakin dekat dengan perbatasan Rusia, dengan Ukraina berulang kali menyatakan minatnya untuk bergabung dengan blok itu dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Ukraina: Rusia Mungkin Luncurkan Serangan Besar pada Januari
Lihat Juga :