HRW Sebut Taliban Bantai Lebih dari 100 Eks Anggota Pasukan Afghanistan

Selasa, 30 November 2021 - 23:44 WIB
loading...
A A A
Sementara itu seorang pejuang Taliban menggambarkan seorang mantan petugas penjara yang diduga dieksekusi setelah dipanggil kembali bekerja pada Agustus.

"Para komandan memanggilnya kembali ke pekerjaannya setelah beberapa hari (setelah mengambil alih Kunduz). Mereka berkata, 'Pekerjaan Anda ada di sini, Anda tahu pekerjaan ini.' Penjara itu memiliki tiga gerbang. ('Muhammad') melewati gerbang pertama. Dia ditembak mati antara gerbang kedua dan ketiga," ungkap pejuang Taliban itu.

Baca juga: Situs Buddha Bamiyan di Tangan Taliban: Dulu Dibom, Kini Jadi Objek Wisata Rp71.000

"Dalam minggu-minggu sebelum Taliban menyerbu Kabul, pembunuhan balas dendam, termasuk penargetan pejabat pemerintah, sudah meningkat di kota-kota besar dan di sepanjang jalan raya utama," kata HRW.

"Taliban, melalui operasi intelijen mereka dan akses ke catatan pekerjaan yang ditinggalkan oleh pemerintah sebelumnya, telah mengidentifikasi target baru untuk penangkapan dan eksekusi," HRW menambahkan.

HRW menuduh informasi yang dikumpulkan sebagai bagian dari apa yang disebut program amnesti yang seharusnya menjamin keamanan pasukan ANSF yang menyerah telah digunakan untuk menahan dan mengeksekusi atau menghilangkan secara paksa sejumlah individu dalam beberapa hari setelah pendaftaran mereka, meninggalkan jenazah mereka untuk ditemukan oleh kerabat atau komunitas mereka.

"Banyak warga Afghanistan yang diwawancarai menyatakan ketakutan bahwa jika mereka mendaftarkan diri kepada Taliban untuk menerima surat amnesti, mereka mungkin akan dikenali atau diidentifikasi serta menghadapi pembalasan kekerasan. Pada saat yang sama, Taliban juga mencari dan menahan orang-orang yang gagal mendaftar," kata HRW.

Laporan tersebut juga menuduh Taliban telah mencari mantan anggota pasukan keamanan, sering mengancam dan menyalahgunakan anggota keluarganya untuk mengungkapkan keberadaan mereka yang bersembunyi.

Baca juga: Pidato Perdana, Pemimpin Taliban Merengek Minta Bantuan Internasional
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Kalahkan Australia di...
Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!
Rekomendasi
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Infografis
Jumlah Orang Jepang...
Jumlah Orang Jepang yang Berusia Lebih dari 100 Tahun Catat Rekor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved