Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:12 WIB
loading...
Dari Jimmy Lai hingga...
Isu HAM nyaris absen dalam dialog historis Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Foto/CCTV
A A A
JAKARTA - Isu hak asasi manusia (HAM) dinilai nyaris tidak mendapat porsi penting dalam pertemuan terbaru antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Ini menandai perubahan besar dibanding pendekatan pemerintahan AS sebelumnya terhadap Beijing.

Dalam analisis yang ditulis koresponden senior The Guardian, Amy Hawkins, Trump sempat ditanya sebelum berangkat ke Beijing apakah dia akan mengangkat kasus Jimmy Lai, aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang kini dipenjara.

“Saya akan membahasnya,” kata Trump saat itu.

Baca Juga: Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: 'Saya Ingin China Tenang!'

Namun Trump kemudian menambahkan bahwa kasus tersebut merupakan persoalan yang “sulit".

“Itu seperti bertanya kepada saya, ‘Jika Comey dipenjara, apakah Anda akan membebaskannya?’ Itu mungkin sulit bagi saya,” ujar Trump, merujuk pada mantan Direktur FBI James Comey yang kerap menjadi sasaran kritiknya.

Menurut Hawkins dalam keterangan yang dimuat di The Guardian baru-baru ini, sikap Trump terhadap isu HAM tidak mengejutkan mengingat pemerintahannya juga dikritik karena kebijakan dalam negeri terkait imigrasi, layanan kesehatan berbasis gender, dan pemotongan dana kelompok hak sipil.

Namun minimnya perhatian terhadap HAM dalam dialog AS-China saat ini disebut menjadi perubahan signifikan dibanding era pemerintahan sebelumnya.

Dukungan Bush dan Obama


Ketika Presiden George W Bush mengunjungi Beijing pada 2008, dia tetap menghadiri kebaktian gereja untuk menekan isu kebebasan beragama di China.

Setahun kemudian, Presiden Barack Obama mendorong Presiden China saat itu, Hu Jintao, untuk membuka kembali dialog dengan Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan.

Meski Bush dan Obama juga menghadapi kritik terkait perang melawan terorisme, dukungan terbuka mereka terhadap aktivis dan kelompok minoritas di China disebut memberi dorongan moral bagi gerakan masyarakat sipil di negara tersebut.

Salah satu intervensi paling terkenal terjadi pada 2012 ketika pemerintahan Obama membantu pengacara HAM tunanetra Chen Guangcheng melarikan diri dari tahanan rumah di China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved