Tentara Myanmar Gerebek Klinik, Tangkapi Dokter dan Perawat
Rabu, 24 November 2021 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Saksi lain dari penggerebekan itu mengatakan bahwa para biarawati yang tertinggal dalam penggerebekan itu mengatakan kepadanya bahwa tentara telah menyita buku registrasi klinik selama pencarian mereka. Para dokter juga dibawa pergi.
“Sudah lewat jam 12 siang, jadi saya keluar. Tetapi, seluruh kompleks telah ditutup dan tidak ada yang diizinkan masuk atau keluar,” katanya. “Saya kemudian mendengar bahwa para pendeta dan suster gereja menangis ketika staf dan sukarelawan muda itu dibawa pergi,” tambahnya.
Penduduk di daerah itu mengatakan bahwa Klinik Mercy telah memberikan pengobatan gratis untuk orang-orang dari semua kelompok etnis selama lebih dari 20 tahun, dengan sebagian besar pasiennya adalah orang tua dan sakit kronis.
Petugas kesehatan yang terlibat dalam Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) tanpa kekerasan yang menentang aturan militer di Myanmar telah merawat pasien di klinik tersebut selama sekitar lima bulan.
“Sudah lewat jam 12 siang, jadi saya keluar. Tetapi, seluruh kompleks telah ditutup dan tidak ada yang diizinkan masuk atau keluar,” katanya. “Saya kemudian mendengar bahwa para pendeta dan suster gereja menangis ketika staf dan sukarelawan muda itu dibawa pergi,” tambahnya.
Penduduk di daerah itu mengatakan bahwa Klinik Mercy telah memberikan pengobatan gratis untuk orang-orang dari semua kelompok etnis selama lebih dari 20 tahun, dengan sebagian besar pasiennya adalah orang tua dan sakit kronis.
Petugas kesehatan yang terlibat dalam Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) tanpa kekerasan yang menentang aturan militer di Myanmar telah merawat pasien di klinik tersebut selama sekitar lima bulan.
(esn)
Lihat Juga :