Pengadilan Banding Ogah Hukum Berat Pria yang Tewaskan Pacarnya saat Berhubungan Seks

Sabtu, 13 November 2021 - 08:13 WIB
loading...
Pengadilan Banding Ogah...
Sam Pybus (kiri), pria Inggris yang tewaskan sang kekasih Sophie Moss saat berhubungan seks. Foto/Gazette Live
A A A
LONDON - Pengadilan Tinggi Inggris dalam putusannya hari Jumat (12/11/2021) menolak banding untuk meningkatkan hukuman seorang pria yang menewaskan kekasihnya saat berhubungan seks . Putusan itu dikecam sejumlah pihak dan dianggap menyalahkan korban.

Sam Pybus, 32, telah dihukum empat tahun delapan bulan penjara oleh pengadilan yang lebih rendah pada September 2021 setelah mengaku bersalah atas pembunuhan kekasihnya; Sophie Moss. Terdakwa mengaku menekan leher korban ketika mereka berhubungan seks di rumahnya di Darlington pada dini hari tanggal 7 Februari 2021.

Baca juga: Heboh, Universitas Ini Tawarkan Khusus Mahasiswi Pekerja Seks

Hakim pengadilan banding menilai Pybus tidak berniat untuk membunuh korban, yang merupakan ibu dua anak, dan penyesalannya tulus.

Atas argumen itulah, banding untuk memberatkan hukuman Pybus ditolak di Pengadilan Tinggi.

Anggota parlemen dari Partai Buruh Harriet Harman mengatakan putusan itu bukan keadilan. "Bukan keadilan bagi Sophie dan bukan Pybus yang harus bertanggung jawab," katanya, seperti dikutip Evening Standard, Sabtu (13/11/2021).

"Dan ini menegaskan mengapa kita harus memiliki undang-undang baru untuk memastikan bahwa pria yang mengeklaim pembelaan atas seks kasar diadili karena pembunuhan seksual dengan hukuman seumur hidup wajib," ujarnya.

“Ini adalah korban utama yang dipersalahkan dan ini adalah alasan utama pria untuk kekerasan dalam rumah tangga.”

Kelompok pembela perempuan, Center for Women's Justice, mengatakan kasus itu menunjukkan bahwa Sophie sebagian bersalah atas kematiannya sendiri.

Harman telah menjadi juru kampanye utama dalam menghapus pembelaan seks kasar dan kasus Pybus dirujuk ke pengadilan banding setelah dia menulis surat kepada jaksa agung untuk mengeluhkan tentang hukuman Pybus yang terlalu ringan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved