Xi Jinping Perkuat Status dengan Resolusi Bersejarah, Sejajar Mao Zedong
Sabtu, 13 November 2021 - 01:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Merasa Ditelikung, Ukraina Umumkan Dimulainya Perang Energi Lawan Rusia
"Sama seperti dua resolusi sebelumnya, (resolusi ini) akan memainkan peran penting dalam membantu menyatukan teori, keinginan, dan tindakan partai untuk mencapai kemajuan di masa depan dan dalam mewujudkan tujuan keseratus kedua dan impian besar peremajaan China," papar pejabat senior partai Qu Qingshan pada konferensi pers pada Jumat (12/11/2021).
Partai tersebut sebelumnya telah menetapkan dua tujuan seratus tahun bahwa China akan menjadi masyarakat yang "cukup makmur" pada 2021, dan yang kedua, bahwa China akan menjadi negara yang "berkembang penuh, kaya, dan kuat" pada 2049.
Beberapa pengamat melihat resolusi tersebut sebagai upaya terbaru Xi membalikkan dekade desentralisasi oleh para pemimpin China yang dimulai di era Deng dan berlanjut melalui para pemimpin lain seperti Jiang Zemin. Ini menjadi tanda bahwa China mungkin akan kembali ke apa yang disebut kultus kepribadian.
Sesi sidang tertutup selama empat hari itu mengumpulkan lebih dari 370 anggota penuh dan pengganti dari Komite Sentral ke-19 Partai Komunis China, pemimpin tertinggi negara itu.
Itu adalah pertemuan besar terakhir para pemimpin partai menjelang kongres nasional tahun depan, di mana Xi diperkirakan mencari masa jabatan ketiga yang bersejarah sebagai presiden.
Pada 2018, China membatalkan batas dua masa jabatan kepresidenan, yang secara efektif memungkinkan dia dapat berkuasa seumur hidup.
"Sama seperti dua resolusi sebelumnya, (resolusi ini) akan memainkan peran penting dalam membantu menyatukan teori, keinginan, dan tindakan partai untuk mencapai kemajuan di masa depan dan dalam mewujudkan tujuan keseratus kedua dan impian besar peremajaan China," papar pejabat senior partai Qu Qingshan pada konferensi pers pada Jumat (12/11/2021).
Partai tersebut sebelumnya telah menetapkan dua tujuan seratus tahun bahwa China akan menjadi masyarakat yang "cukup makmur" pada 2021, dan yang kedua, bahwa China akan menjadi negara yang "berkembang penuh, kaya, dan kuat" pada 2049.
Beberapa pengamat melihat resolusi tersebut sebagai upaya terbaru Xi membalikkan dekade desentralisasi oleh para pemimpin China yang dimulai di era Deng dan berlanjut melalui para pemimpin lain seperti Jiang Zemin. Ini menjadi tanda bahwa China mungkin akan kembali ke apa yang disebut kultus kepribadian.
Sesi sidang tertutup selama empat hari itu mengumpulkan lebih dari 370 anggota penuh dan pengganti dari Komite Sentral ke-19 Partai Komunis China, pemimpin tertinggi negara itu.
Itu adalah pertemuan besar terakhir para pemimpin partai menjelang kongres nasional tahun depan, di mana Xi diperkirakan mencari masa jabatan ketiga yang bersejarah sebagai presiden.
Pada 2018, China membatalkan batas dua masa jabatan kepresidenan, yang secara efektif memungkinkan dia dapat berkuasa seumur hidup.
Lihat Juga :