AS: Penjualan 280 Rudal AMRAAM ke Arab Saudi untuk Halau Serangan Udara Houthi
Sabtu, 06 November 2021 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Penjualan tersebut tidak memerlukan persetujuan kongres. Tetapi, anggota parlemen AS dapat memblokir kesepakatan dengan meloloskan RUU penolakan di Senat dan DPR AS. Penjualan rudal tersebut mengikuti persetujuan AS atas kesepakatan pemeliharaan helikopter senilai USD500 juta untuk kerajaan Arab Saudi pada bulan September.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, penjualan rudal udara-ke-udara sepenuhnya konsisten dengan janji Pemerintah AS untuk memimpin dengan diplomasi guna mengakhiri konflik di Yaman. Sambil juga memastikan Arab Saudi memiliki sarana untuk mempertahankan diri dari serangan udara Houthi yang didukung Iran.
Baca: Pentagon: China Punya Angkatan Laut Terbesar di Dunia dengan 355 Kapal
Intervensi Saudi di Yaman dimulai pada 2015 ketika kerajaan dan koalisi sekutu regionalnya memulai kampanye pengeboman terhadap pemberontak Houthi di negara itu, yang telah mengambil alih ibu kota Sanaa dan sebagian besar negara itu.
Arab Saudi menganggap Houthi sebagai proksi Iran, tuduhan yang ditolak oleh pemberontak dan Teheran. Perang telah memicu krisis kemanusiaan besar-besaran dan PBB mengatakan tahun lalu bahwa sekitar 233.000 orang telah tewas akibat konflik tersebut.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, penjualan rudal udara-ke-udara sepenuhnya konsisten dengan janji Pemerintah AS untuk memimpin dengan diplomasi guna mengakhiri konflik di Yaman. Sambil juga memastikan Arab Saudi memiliki sarana untuk mempertahankan diri dari serangan udara Houthi yang didukung Iran.
Baca: Pentagon: China Punya Angkatan Laut Terbesar di Dunia dengan 355 Kapal
Intervensi Saudi di Yaman dimulai pada 2015 ketika kerajaan dan koalisi sekutu regionalnya memulai kampanye pengeboman terhadap pemberontak Houthi di negara itu, yang telah mengambil alih ibu kota Sanaa dan sebagian besar negara itu.
Arab Saudi menganggap Houthi sebagai proksi Iran, tuduhan yang ditolak oleh pemberontak dan Teheran. Perang telah memicu krisis kemanusiaan besar-besaran dan PBB mengatakan tahun lalu bahwa sekitar 233.000 orang telah tewas akibat konflik tersebut.
(esn)
Lihat Juga :