Haniyeh Ungkap Visi Hamas untuk Persatuan Palestina, Ini Rinciannya

Kamis, 04 November 2021 - 20:36 WIB
loading...
Haniyeh Ungkap Visi...
Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh pada Kamis (4/11/2021) menguraikan visi gerakan Hamas untuk persatuan Palestina. Dia menekankan semua faksi Palestina adalah komponen penting dari kepemimpinan politik.

“Kita membutuhkan semua faksi Palestina,” ungkap Ismail Haniyeh dalam diskusi panel yang diselenggarakan Al-Zaytouna Centre.

Dia menambahkan, "Kita semua memiliki pandangan yang sama mengenai perlunya menata ulang sistem politik Palestina, tetapi membatalkan pemilu menyebabkan dilema nasional yang nyata dan mengembalikan kita ke titik awal."

Baca juga: Tegang! Iran Rilis Video Panas IRGC Hadang Kapal Perusak AS Hendak Sita Tanker Minyak

“Setiap orang yang bekerja untuk pembebasan Palestina adalah bagian penting dalam proses tersebut. Prinsip kemitraan harus diperkuat oleh setiap faksi," tutur dia.

Baca juga: Gara-gara Kritik Kontestan Miss France yang Berdarah Israel, 7 Orang Didenda

“Proyek nasional Palestina, dibangun di sekitar pembebasan, hak untuk kembali dan pembentukan negara Palestina di semua tanah Palestina melalui perlawanan yang komprehensif," papar dia.

Baca juga: Pindahkan Minyak ke Kapal Iran, Kapal Tanker Vietnam Ditahan IRGC

Dia menggambarkan Kesepakatan Oslo 1993 sebagai "benih buah pahit".

Haniyeh mengingatkan para peserta diskusi bahwa rakyat Palestina berada dalam pendudukan Israel, sehingga harus mengadopsi strategi perlawanan untuk pembebasan tanah Palestina.

"Pendudukan (Israel) didasarkan pada negara itu sebagai negara Yahudi, pencaplokan, pengusiran orang Palestina dan tidak ada pengakuan terhadap orang lain di Palestina kecuali orang Yahudi," ujar dia.

Dia mengkritik "negosiasi tanpa hasil" yang dilakukan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di mana Hamas bukan anggotanya.

Menurut dia, negosiasi tanpa hasil itu karena kurangnya kemajuan dan kelumpuhan kepemimpinan Palestina yang berkelanjutan.

"Namun demikian, meskipun ada banyak alasan untuk kekuatan kita, yang terpenting adalah kegigihan rakyat Palestina yang merupakan cadangan revolusi dan perlawanan," tutur dia.

Sebagai kesimpulan, Haniyeh menyerukan agar, “Proyek nasional Palestina dipertimbangkan kembali sebagai proyek pembebasan dan reformasi kepemimpinan Palestina untuk memastikan itu mewakili semua rakyat Palestina di dalam dan di luar tanah bersejarah Palestina."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved