AS dan Korsel Diam-diam Gelar Latihan Perang, Tanpa Nama dan Tak Ada Pengumuman

Senin, 01 November 2021 - 19:40 WIB
loading...
AS dan Korsel Diam-diam...
Jet tempur KF-16 milik Angkatan Udara Korsel lepas landas dalam misi penerbangan malam. Foto/REUTERS
A A A
SEOUL - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) telah memulai latihan perang terbaru tanpa pengumuman publik atau menyebutkan nama latihan tersebut. Latihan itu digelar seiring meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara (Korut).

Sumber-sumber militer di Korea Selatan menjelaskan pada Senin (1/11/2021), Angkatan Udara Korea Selatan dan Amerika Serikat dikerahkan untuk mengambil bagian dalam latihan perang skala kecil.

“Latihan ini digelar setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik yang diluncurkan kapal selam pada pertengahan Oktober,” ungkap seorang pejabat militer di Seoul.

Baca juga: Terungkap, Tentara dan Mata-mata yang Dilatih AS Gabung ISIS untuk Lawan Taliban

Latihan, yang sebelumnya disebut Vigilant Ace, dimulai tanpa pengumuman resmi dan tampaknya tidak disebutkan namanya.

Baca juga: Rusia Marah Armada Keenam AS Berlayar ke Laut Hitam untuk Latihan Perang NATO

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip seorang pejabat yang mengatakan latihan lima hari itu akan memobilisasi sekitar 100 pesawat dari kedua belah pihak, termasuk jet F-15K dan KF-16 dari Korea Selatan, dan F-16 dari AS.

Baca juga: Kontroversi Para Raja Arab Saudi, dari Beristri 30 hingga Hobi Berjudi

Sumber Yonhap mengatakan tidak ada aset militer AS yang akan dikerahkan dari daratan kali ini.

Angkatan Udara Korea Selatan telah menolak untuk secara terbuka merinci manuver tersebut, mencatat bahwa latihan sekutu dilakukan dengan “seimbang” sesuai rencana tahunan.

“Kami tidak dapat mengomentari latihan tersebut karena ini adalah latihan yang tidak diungkapkan kepada media,” papar seorang pejabat Angkatan Udara Korsel kepada Kantor Berita Yonhap.

Latihan ini setelah konfirmasi Korea Utara pada pertengahan Oktober bahwa mereka berhasil menguji coba rudal balistik kapal selam baru.

Menurut laporan, rudal itu memiliki “teknologi panduan kontrol canggih” sehingga lebih sulit dikejar.

Utusan AS untuk Korea Utara Sung Kim mengatakan uji coba rudal itu “mengkhawatirkan dan kontraproduktif.” Dia meminta pemerintahan Pemimpin Korut Kim Jong-un menerima tawaran perundingan.

Pyongyang telah mengklaim latihan bersama tetangganya sebelumnya adalah latihan untuk invasi ke Korea Utara. Pyongyang bahkan memotong hotline antar-Korea pada Agustus ketika Seoul dan Washington mengadakan pelatihan musim panas secara teratur. Korea Utara menuduh musuh selatannya melakukan "perilaku durhaka."

Pada tahun-tahun sebelumnya, latihan gabungan diikuti puluhan ribu tentara, serta ratusan jet tempur, pesawat pengebom, dan pesawat tempur lainnya.

Namun, latihan tersebut diperkecil pada 2017 untuk memungkinkan pembicaraan berlangsung dengan Pyongyang.

Mantan Presiden AS Donald Trump bertemu Kim Jong-un di Singapura, dengan Washington mendorong Pyongyang menghentikan program nuklir dan misilnya dengan imbalan keringanan sanksi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved